News Ticker

Uni Eropa Kecam Penangkapan Akademisi oleh Pemerintah Turki

17 Januari 2016

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Uni Eropa pada hari Sabtu (16/1) kemarin mengecam keras penangkapan “sangat mengkhawatirkan” terhadap para akademisi yang menanda tangani petisi berisi kritik terhadap tindakan keras militer Turki di wilayah tenggara negara tersebut dimana disana dihuni mayoritas Kurdi.

“Langkah-langkah yang diambil terhadap akademisi Turki penandatangan deklarasi mengenai peristiwa di sebelah tenggara Turki merupakan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan,” ungkap juru bicara Uni Eropa urusan luar negeri dalam sebuah pernyataan. (Baca juga: Rusia; Turki Lakukan Permainan Terselubung di Suriah)

“Meski mereka tidak lagi ditahan, namun prosedur (hukum) atas mereka tetap berlangsung,” tambahnya.

Turki menangkap belasan akademisi yang menandatangani petisi berisi kritik terhadap operasi militer atas militan Kurdi.

Petisi berjudul ‘Kami Bukan Bagian dari Kejahatan Ini’ ditandatangani lebih dari 1.000 akademisi dan intelektual Turki bersama puluhan akademisi asing untuk mendesak pemerintah menghentikan yang mereka sebut sebagai ‘pembunuhan massal’. (Baca juga: Politisi Turki: Erdogan Terus Langgar HAM, Uni Eropa Harus Beri Turki Kartu Merah)

Mereka juga menyarankan agar perundingan damai dengan perwakilan Kurdi dilanjutkan kembali. Namun Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh para penandatanganan petisi sebagi pengkhianat sambil menegaskan Turki tidak memiliki masalah ‘Kurdi’ namun ‘masalah teroris’.

Hari Kamis (14/01), jaksa penuntut melancarkan penyelidikan atas semua penandatangan petisi. Para wartawan melaporkan bahwa penangkapan ini mencerminkan semakin memburuknya kebebasan mengungkapkan pendapat di Turki di bawah Presiden Erdogan. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: