News Ticker

GALAU…Israel Ingin Sanksi Atas Iran Diberlakukan Kembali

18 Januari 2016

WINA, ARRAHMAHNEWS.COM – Lifting pemerintah AS atas sanksi Iran sudah lama terlambat karena Teheran tidak pernah mencari senjata nuklir, meskipun Barat dan Israel berusaha menuduh program nuklir untuk mengejar senjata nuklir, kata seorang penulis dan penyiar radio Amerika.

Pada hari Sabtu, Presiden AS Barack Obama menandatangani sebuah perintah eksekutif, mengangkat sanksi ekonomi Iran.

Langkah Obama datang setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memverifikasi bahwa Iran telah menerapkan komitmen yang dibuat dalam Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), yang disepakati antara Iran dan P5 + 1 – Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia, Cina dan Jerman pada tanggal 14 Juli 2015. (Baca juga: AS Samarkan Senjata Nuklir Rezim Zionis)

“Kemarin di Wina seharusnya menjadi waktu paling penting untuk perayaan setelah bertahun-tahun berada dalam sanksi ilegal AS yang dikenakan pada Iran tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB”, kata Stephen Lendman kepada Press TV pada hari Minggu.

“Seharusnya itu menjadi waktu yang paling mulia dan berharga, dan itu pasti akan menjadi perubahan besar di Iran, karena secara resmi sanksi internasional dan sanksi AS terhadap Iran telah dicabut”, tambahnya.

Sementara pada hari Minggu, Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran atas program rudalnya. Lendman mencatat bahwa Demokrat dan Republik telah menyatakan permusuhan terhadap Iran berkaitan dengan kesepakatan bersejarah.

Israel, bersama dengan politisi dan lobi-lobi dalam Konggres AS, masih berusaha keras untuk mengganggu perjanjian, penulis yang berbasis di Chicago menambahkan.

“Israel dan lobi, AIPAC (American Israel Public Affairs Committee), benar-benar tak henti-hentinya ingin merusak kesepakatan nuklir Iran. dan ingin sanksi yang dicabut dikenakan kembali terhadap Iran, dan semua ini adalah benar-benar tidak sah dan sepenuhnya untuk alasan politik, ” dia menjelaskan lebih lanjut.

AIPAC telah berada di garis depan dalam kampanye melawan kesepakatan bersejarah atas program nuklir damai Iran. AIPAC telah memimpin kampanye besar-besaran untuk mengalahkan kesepakatan dengan menekan Kongres yang didominasi Partai Republik.

“Semua orang tahu bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun, bahwa seluruh program nuklir Iran sepenuhnya untuk tujuan damai dan tidak memiliki komponen militer, dan tidak ada bukti yang menunjukkan Tehran ingin menggunakan untuk tujuan militer,” katanya, dan menambahkan bahwa Teheran tidak mengejar tujuan apapun yang dilarang regional dan global. (ARN/AU/MP)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: