News Ticker

Sanksi Atas Iran Dicabut, Pasar Saham Saudi Terjun Bebas

18 Januari 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi memimpin runtuhnya pasar saham di seluruh Timur Tengah sehari setelah sanksi atas dicabut, yang memungkinkan Tehran untuk meningkatkan produksi minyak.

Indeks Saudi pada hari Sabtu merosot ke level terendah dalam lima tahun karena tenggelam 7 persen setelah minyak Brent turun di bawah $ 29 per barel, sebagaimana diberitakan oleh media Raiaolyoum (17/01).

Kerajaan telah mengambil langkah-langkah penghematan untuk menyesuaikan keuangan negara di tengah kekhawatiran resesi di negara yang mengandalkan pendapatan minyak surplus. (Baca juga: Saudi Rugi Milyaran Dolar Atas Boikot Iran)

Anggaran Arab Saudi saat ini dikabarkan didasarkan pada harga minyak rata-rata sekitar $ 40. Analis mengatakan jika minyak tetap pada level saat ini, maka pemerintah Saudi harus memangkas pengeluaran lebih lanjut yang dapat menyebabkan resesi .

Ironisnya, Riyadh adalah di balik runtuhnya harga setelah meningkatkan output ke tingkat rekor dalam upaya untuk menempatkan serpih minyak keluar dari pasar atau menekan Iran dan Rusia dengan neraca mereka. (Baca juga: Analis: Kebangkrutan Saudi, Dorong Rakyat Untuk Memberontak)

Pada hari Sabtu, tujuh pasar saham di negara-negara Teluk Persia jatuh, indeks saham Iran naik satu persen, membuatnya menjadi salah satu pasar berkinerja terbaik di dunia dengan keuntungan enam persen sejak awal tahun ini.

Pasar Saham bergerak dramatis setelah AS, PBB dan Eropa menghapus sanksi terhadap Iran, yang memungkinkan negara mullah itu, untuk bergerak maju dengan usahanya untuk menebus pangsa pasar minyak dengan meningkatkan produksi. (Baca juga: Kerajaan Saudi Sumbang Kebangkrutan Kepada Rakyatnya)

Pada hari Sabtu, Presiden Hassan Rouhani dalam pidato di televisi mengatakan Iran berencana untuk menarik Lebih dari $ 30 miliar aset di luar negeri, dan akan kembali bisa dimanfaatkan.

Deputi Menteri Perminyakan Amir-Hossein Zamaninia mengatakan negara siap untuk meningkatkan ekspor minyak mentah sebesar 500.000 barel per hari (bph).

“Dengan pertimbangan kondisi pasar global dan surplus yang ada, Iran siap untuk menaikkan ekspor minyak mentah sebesar 500.000 barel per hari,” katanya.

Sementara, negara-negara Teluk Persia kepanikan mencengkeram pedagang dalam menanggapi jatuhnya harga minyak dan harga ekuitas global.

Indeks Qatar turun 6,7%, sementara saham Abu Dhabi jatuh 4,5% ke level terendah sejak November 2013. Saham Kuwait kehilangan 3,2%, terjun ke level terendah sejak Mei 2004, dan ekuitas Bahrain terperosok 0,5% ke bawah. Kemudian dikuti indeks Mesir merosot 5,2%.

Ekonomi Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab bisa menghadapi pemotongan belanja pada tahun 2016.

Pasar saham di Dubai dan Arab Saudi kehilangan 42% dan 38%, sejak Arab Saudi memutuskan untuk meningkatkan produksi minyak di November 2014. (ARN/AU/RY)

About ArrahmahNews (12489 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: