News Ticker

Sanksi Iran Dicabut, Kepala IAEA Tiba di Tehran

18 Januari 2016

TEHRAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano, telah tiba di Teheran pada kunjungan pertamanya setelah awal pelaksanaan perjanjian nuklir antara Iran dengan kelompok P5 +1. (Baca juga: Kerry; Kesepakatan Nuklir untuk Hindari Perang di Timur Tengah)

Kepala IAEA tiba di ibukota Iran, pada Senin pagi (18/01). Amano dijadwalkan bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani dan Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi.

Behrouz Kamalvandi, juru bicara untuk AEOI, mengatakan pada hari Minggu bahwa kunjungan Amano datang atas undangan Iran, dan menambahkan bahwa kepala IAEA diharapkan bisa mendiskusikan dengan para pejabat Iran cara untuk mempercepat pelaksanaan JCPOA. (Baca juga: KEMENANGAN GEMILANG…Pencabutan Sanksi Internasional Atas Iran Diumumkan)

“Dalam JCPOA, proses implementasi diperkirakan delapan tahun tapi kami ingin melakukannya lebih cepat dan ini bisa dilakukan melalui kerjasama antara Iran dan IAEA”, tambah Kamalvandi.

Kamalvandi juga menegaskan bahwa Amano tidak akan mengunjungi situs nuklir di Iran.

Pada hari Minggu, IAEA menegaskan bahwa Iran telah berkomitmen atas kesepakatan nuklir dengan P5 + 1, dan Amano mengumumkan bahwa Iran telah mengambil “langkah-langkah persiapan yang diperlukan untuk memulai pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA)”. (Baca juga: Putin Perluas Sanksi Untuk Turki)

Pengumuman ini diumumkan setelah “inspektur mengverifikasi bahwa Iran telah melakukan semua langkah yang diperlukan di bawah (kesepakatan Juli)…untuk memungkinkan Pelaksanaan JCPOA,” katanya dalam sebuah pernyataan. Sertifikasi oleh badan nuklir PBB membuka jalan bagi JCPOA untuk masuk.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini membacakan pernyataan bersama di ibukota Austria, Wina , dan mengumumkan bahwa Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) berlaku.

Menurut pernyataan itu, semua sanksi nuklir terkait yang telah dikenakan pada Iran oleh Uni Eropa, Dewan Keamanan PBB dan AS telah diangkat. (Baca juga: Sanksi Rusia Atas Turki Buka Peluang Untuk Indonesia)

Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB – Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan Cina – plus Jerman menyelesaikan JCPOA di Wina, pada 14 Juli 2015.

Perjanjian yang dinamakan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), tersebut meliputi lima bidang yang berbeda: pengkayaan, inspeksi dan transparansi, reaktor dan pemrosesan kembali, sanksi, dan pentahapan. Draf ini akan dibentuk dan disempurnakan menjadi kesepakatan formal pada 30 Juni 2015. (ARN/AU/PTV)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: