News Ticker

#DennySiregar: Inilah Dibalik Topeng Khilafah

19 Januari 2016,

JAKARTA, SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebenarnya apa sih konsep negara khilafah itu? Negara khilafah -berdasarkan pemahaman mereka- adalah negara Islam dengan sistem khilafah mirip pada masa pemerintahan (Khalifah) sahabat-sahabt Nabi pasca Nabi Muhammad Saw wafat.

Terorisme Indonesia

Lucunya, organisasi-organisasi yang mengusung konsep khilafah itu sama sekali tidak mempunyai sistem yang jelas bagaimana sebenarnya konsep khilafah itu. Mereka hanya berpatokan bahwa pada waktu pemerintahan sahabat-sahabt Nabi, Islam makmur dan sejahtera. (Baca juga: Denny Siregar: Kelompok Khilafah Ingin Suriahkan Indonesia

)

Lucunya lagi, Negara-negara penyokong dan mendanai organisasi-organisasi yang ngebet khilafah itu adalah negara bersistem kerajaan atau monarkhi. Jadi maksudnya khilafah= monarkhi? Asolole… Mundur berapa abad, kisanak?

Dan lebih lucu lagi, konsep khilafah itu berpatokan pada kekhalifahan pasca Nabi Muhammad Saw wafat. Lha, Nabi-nya sendiri apakah seorang khalifah? Belum pernah saya dengar ada yang menyebut khalifah Muhammad Saw.

Yang buat saya semakin ajojing, apa sudah jadi jaminan bahwa konsep khilafah itu jadi jaminan bahwa negara ini sejahtera dan makmur?

Sejarah membuktikan bahwa perjalahan kekhalifahan para sahabat Nabi itu berdarah dan hancur lebur. Sayyidina Abubakar Ash-Sidiq ra. memerintah cuma sebentar karena sudah tua. Sayyidina Umar bin khattab ra. dibunuh. Pada masa Sayyidina Utsman bin Affan ra., korup dimana-mana sampai ia pun dibunuh oleh mereka yang marah kepadanya karena sangat KKN. (Baca juga: Jaksa Agung Australia; ISIS Incar Indonesia Jadi Basis “Khilafah”)

Sayyidina Ali ra dibunuh pulak sesudah diserang berkali-kali oleh mereka yang ingin menguasai kedudukannya. Sesudah itu masa Muawwiyah berkuasa seluruh moral merosot, barbarisme kembali menjadi sifat umat Islam. Anaknya, Yazid bin muawwiyah lebih gila lagi, pemerintahannya hancur total.

Sesudah dinasti Muawwiyah berkuasa -yang dikenal dengan nama dinasti umayyah- yang sangat bobrok dan kejam, muncullah dinasti Abassiyah. Kudeta ini menghasilkan jutaan nyawa bergelimpangan. Pembunuhan dimana-mana untuk menghabisi garis darah Muawwiyah.

Dinasti abassiyah pun tidak kurang kejamnya. Sudah berapa ratus ulama dipenggal hanya karena bertentangan dengan mereka. Saling meracun antara anggota keluarga kerajaan hanya supaya berkuasa, sudah menjadi budaya.

Caligula? Lewat… Kaisar Nero? Lewat.. Pada masa itu, semua ikon2 kekejian barat, tidak ada apa-apanya dibanding apa yang dilakukan para keluarga kerajaan itu. (Baca juga: BNPT: Tujuan Radikalisme-Terorisme Ingin Ganti Pancasila dan Dirikan Khilafah)

Sebentar, sebentar… Cerita saya tentang kekejian pengambil alihan kekuasaan itu kok mirip dengan yang terjadi sekarang?

Ya memang, sejarah kembali berulang.

Lihat ISIS, apa yang mereka lakukan untuk mendirikan negara dengan sistem khilafah? Tuhan memutar kembali peristiwa yang pernah terjadi berabad lalu tepat di depan mata kita sedetail-detailnya. Sesuatu yang dibangun diatas kehancuran, akhirnya akan dilumat dengan kehancuran juga.

Apakah ketika mereka berhasil menguasai negara, mereka akan sepakat dengan konsep khilafah?

Yang jelas, srigala pada berebut bangkai. Khilafah yang diusung Kerajaan Saudi berbeda dengan khilafah yang didanai Qatar. Dan perbedaan itu membuat mereka saling membunuh di lapangan. Lihatlah di Mesir, Al siissy vs Ikhwanul Muslimin. Yang satu Saudi, satunya lagi Qatar. (Baca juga: Mantan Wasekjen PBNU: Parade Tauhid Bentuk Propaganda Soft Gerakan Radikal dirikan Negara Khilafah)

Nabi Muhammad Saw jelas menangis melihat apa yang terjadi pada umatnya. Dan itu diungkapkan beliau pada saat beliau masih hidup bahwa fitnah akan meraja-lela dan beliau menceritakan dengan detail apa yang akan terjadi pada masa sekarang, lengkap dengan model-model manusianya. Terkadang secangkir kopi berasa sangat pahit bukan karena kopinya, tetapi karena kepahitan situasinya… (ARN)

Sumber: DennySiregar.com

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: