News Ticker

KESAKSIAN SANG PUTRA…Sheikh Nimr Disiksa Semenjak Ditangkap Hingga Dibunuh

19 Januari 2016,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Mohammed al-Nimr, putra ulama Sheikh Nimr al-Nimr yang dieksekusi di Arab Saudi pada awal tahun lalu, melakukan sebuah wawancara kepada Russia Today yang diterbitkan pada Senin (18/1) kemarin. Ia menjelaskan bagaimana ayahnya yang telah memperjuangkan hak-hak untuk “semua orang” itu mengalami penyiksaan atas perintah Riyadh saat penangkapan, di dalam penjara hingga eksekusinya.

“Ia berbicara untuk semua orang, ia tidak berbicara hanya untuk [masyarakat] Syiah saja. Ia meminta pemerintah [Saudi] untuk membebaskan semua tahanan politik. Mereka marah karena ia membela orang-orang yang tertindas oleh pemerintah ini,” ungkap Mohammed al-Nimr, menambahkan bahwa banyak orang kemudian mendukung ayahnya ketika ia berbicara tentang hak asasi manusia. (Baca juga: TERUNGKAP! Putra Mahkota Saudi Siksa Sheikh Nimr Sebelum Eksekusi)

“Itu adalah masalah utama yang membuat mereka [Riyadh] tidak suka kepadanya,” lanjut putra Sheikh Nimr.

Menteri Luar Negeri Saudi, saat memperingatkan negara-negara lain terhadap intervensi dalam urusan Kerajaan, mengatakan hukuman mati adalah bagian dari hukum Saudi, namun putra Sheikh Nimr al-Nimr menjelaskan dalam wawancara tersebut betapa ayahnya telah dianiaya setelah ditangkap dan ditahan oleh Saudi. (Baca juga: Misteri Eksekusi Sheikh Nimr Oleh Rezim Diktator Saudi)

“Ia mengatakan kepada kami bagaimana tepatnya ia ditangkap. Ia mengendarai mobilnya dan mereka (orang-orang kerajaan) mengikuti, mereka menabrak mobilnya dari belakang hingga mobil itu menabrak dinding. Kemudian mereka mendekati mobilnya dan menariknya keluar. Saat itu bahkan sabuk pengamannya masih terpasang. Polisi-polisi itu memaksa menariknya keluar dengan kasar hingga sabuk pengamannya juga ikut tertarik keluar. Mereka lantas menembaknya dalam jarak dekat sebanyak empat kali, di kaki. Ia bahkan tidak bersenjata sama sekali,” jelas Mohammed.

Mohammed Nimr melanjutkan bahwa setelah peristiwa penangkapan dan penembakan itu, ayahnya tidak diberi perawatan medis yang memadai untuk luka tembak yang dideritanya. Nimr juga mengatakan karena ayahnya telah dihalangi dari mendapat pengobatan yang memadai untuk meredam rasa sakit, hampir-hampir beliau tidak pernah bisa tidur selama  satu tahun penuh. (Baca juga: Wartawan Saudi: Eksekusi Sheikh Nimr Tunjukkan Betapa Bodohnya Riyadh)

“Ia diikat dengan enam rantai di tempat tidurnya, meskipun tidak bisa berjalan. Mereka meninggalkan satu peluru di pahanya dengan sengaja supaya itu terus menyakitinya sepanjang waktu,” kata Mohammed al-Nimr. Setelah eksekusinya, Nimr menjelaskan bahwa pihak keluarga tidak boleh mengambil jasadnya untuk pemakaman yang layak, pihak kerajaan sengaja menyembunyikan jasad ayahnya.

“Ia tidak mundur. Ia juga tidak mengubah pendapatnya, Ia terus meminta keadilan. Ayah saya tahu bahwa pada akhirnya mereka akan membunuhnya. Ia mengatakan hal itu berkali-kali, “Darah kami adalah harga yang murah untuk membayar keyakinan kami,” ungkap Mohammed al-Nimr mengutip kata-kata ayanhnya kepada RT. (Baca juga: QATIF MEMANAS! Polisi Saudi Tembaki Demo Warga Sipil Atas Eksekusi Sheikh Nimr)

Nimr al-Nimr, yang digambarkan oleh putranya sebagai ” seorang pria yang jujur dan lembut,” adalah seorang kritikus gigih terhadap kepemimpinan Saudi. Ulama itu termasuk di antara 47 orang yang dieksekusi Arab Saudi pada awal tahun atas tuduhan terorisme. Eksekusi Sheikh Nimr memicu tidak hanya reaksi keras di Timur Tengah, tetapi juga kecaman internasional.

568bea27c46188371d8b45d9
“Kebanyakan orang yang tahu mengenai ayah saya akan bertindak sesuai cara-cara manusiawi. Mereka tulus. Mereka melihat kebenaran, apa yang sebenarnya terjadi,” kata Mohammed al-Nimr pada RT, menambahkan bahwa sementara “para aktivis politik dan politisi .. . peduli dengan apa yang sedang terjadi [di Arab Saudi], media di sini (Saudi) tidak terlalu berfokus pada hak asasi manusia.” (Baca juga: Protes Eksekusi Sheikh Nimr, Hacker Serang Website Kemenhan Saudi

)

“Riyadh berperilaku seolah masih tinggal di abad ke-20,” jelas Mohammed al-Nimr.

“Arab Saudi masih menganggap saat ini adalah tahun 1980-an dan tidak ada internet, tidak ada berita internasional. Mereka ini seperti tinggal di sebuah kotak kecil, tetapi seluruh dunia menonton apa yang terjadi di sana. Mereka adalah satu-satunya tidak melihat apa yang terjadi di luar kotak itu,” katanya, menambahkan bahwa meski saat ini Riyadh sedang berusaha menunjukkan dirinya, pemerintah tidak berhak membunuhi rakyatnya sendiri.

Eksekusi Sheikh al-Nimr telah menyebabkan eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Protes besar-besaran terjadi di seluruh kawasan. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. BIADAB! Pasukan Keamanan Saudi Bunuh 2 Saudara Sheikh Nimr | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: