News Ticker

Arab Saudi Beli Rudal dari Inggris Senilai 1,5 Miliar Dolar pada Musim Panas Lalu

20 Janauri 2016

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Laporan menyebutkan Inggris telah menjual sejumlah rudal kepada Saudi lebih dari 1,5 miliar dolar pada musim panas lalu. Pembelian senjata dimaksudkan Riyadh untuk meningkat kampanye militer mematikan terhadap Yaman, kata kelompok hak asasi manusia.

Dari Juli hingga September 2015, pemerintah Inggris resmi menjual rudal, roket dan bom melalui lima lisensi terpisah, The Guardian mengutip Saferworld dan Amnesty International mengatakan pada hari Selasa .

Penjualan dilakukan hanya satu hari setelah Perdana Menteri Inggris David Cameron mengaku ia mencoba untuk ” mendorong proses politik di Yaman,” dan krisis di negara itu tidak akan bisa diselesaikan melalui intervensi militer, kata seorang juru bicara Saferworld. (Baca juga; Jet Tempur AS, Inggris dan Israel Terlibat Dalam Serangan Koalisi Arab)

Dia juga menambahkan bahwa angkatan udara Saudi “telah membom rumah sakit, sekolah, pasar, gudang gandum, pelabuhan dan kamp pengungsi serta mengubah Yaman menjadi mimpi buruk”.

Kepala Amnesty International, Allan Hogarth mengatakan bahwa lisensi ini sedang ditandatangani oleh pejabat Inggris untuk membunuh “ratusan -mungkin ribuan- warga sipil Yaman” oleh Arab Saudi dengan “rentetan serangan menakutkan dan sembarangan” yang menarget secara acak. (Baca juga: Rusia; Kejahatan Saudi di Yaman Sangat Mengerikan)

Setiap serangan Saudi, apakah disengaja atau tidak, telah melanggar hukum internasional. Dan kewajiban kita jelas sebagai pemasok utama persenjataan ke Arab Saudi, secara hukum diwajibkan untuk menangguhkan ekspor senjata,” tambahnya.

Bulan lalu, LSM Campaign Against Arms Trade melaporkan bahwa Inggris telah menjual lebih dari delapan miliar dolar dari perangkat militer ke Riyadh sejak Cameron menjabat pada Mei 2010. (Baca juga: Ini Alasan, Kenapa Saudi Gunakan Tentara Darat Asing di Yaman?)

Cameron telah berada di bawah tekanan untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi yang menghadapi kritikan keras atas perang di Yaman yang telah merenggut nyawa lebih dari 7.500 orang selama sembilan bulan terakhir. (ARN/AU/PTV)

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: