News Ticker

Suriah; Pendukung ISIS Harus Bertanggung Jawab Atas Pembantaian di Deir Al-Zour

GRAPHIC CONTENT A handout image released by the Syrian opposition's Shaam News Network shows bodies of children and adults laying on the ground as Syrian rebels claim they were killed in a toxic gas attack by pro-government forces in eastern Ghouta, on the outskirts of Damascus on August 21, 2013. The allegation of chemical weapons being used in the heavily-populated areas came on the second day of a mission to Syria by UN inspectors. It was promptly denied by the Syrian authorities. AFP PHOTO/HO/SHAAM NEWS NETWORK == RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / SHAAM NEWS NETWORK" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS - AFP IS USING PICTURES FROM ALTERNATIVE SOURCES AS IT WAS NOT AUTHORISED TO COVER THIS EVENT, THEREFORE IT IS NOT RESPONSIBLE FOR ANY DIGITAL ALTERATIONS TO THE PICTURE'S EDITORIAL CONTENT, DATE AND LOCATION WHICH CANNOT BE INDEPENDENTLY VERIFIED ==

20 Januari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemerintah Suriah mengecam keras pembantaian mengerikan yang dilakukan oleh teroris Takfiri ISIS di timur Provensi Deir al-Zour, dan mengatakan para pendukung ISIS harus tanggung jawab atas pembantaian lebih dari 300 orang di Deir Al-Zour. (Baca juga; TRAGEDI DEIR EZZUR…ISIS Culik 400 Warga Sipil Setelah Bantai 300 Lainnya)

Kementerian Luar Negeri Suriah melayangkan dua surat identik kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan kepala Dewan Keamanan PBB. Dia mengatakan bahwa pembantaian 300 orang di Deir Al-Zour, merupakan kelanjutan dari serangkaian aksi teror barbar yang dilakukan oleh kelompok ISIS, kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan pada hari Selasa (19/01).

Kementerian itu juga mengatakan kelompok militan yang menerima dana dari beberapa negara regional serta negara-negara Barat, menegaskan bahwa negara-negara ini merekrut teroris untuk melayani kepentingan mereka.

Kementerian itu juga menunjukkan bahwa kejahatan tersebut tidak akan terjadi tanpa dana konstan, dukungan senjata, dan dukungan logistik yang diberikan oleh badan-badan intelijen dari negara-negara tertentu khususnya Arab Saudi, Qatar, dan Turki.

Pemerintah Suriah menegaskan tekadnya untuk terus membela rakyat Suriah dalam menghadapi terorisme. (Baca juga; Balas Tragedi Pembantaian Warga Sipil, Pasukan Suriah Buru dan Hancurkan ISIS di Deir Ezzur )

Surat itu juga menegaskan seruannya kepada Sekjen PBB dan Dewan Keamanan untuk mengutuk aksi teroris tersebut. Dan mendesak PBB untuk bertanggung jawabnya dalam kontra-terorisme dengan mengambil langkah yang tepat terhadap negara tertentu yang terus berkonspirasi terhadap Suriah.

Sumber perintah Suriah juga menyatakan bahwa selain 300 warga sipil nya dibantai oleh ISIS, para teroris juga menculik setidaknya 400 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam serangan di dekat Deir al-Zour al-Baghaliyeh.

Semua korban penculikan adalah Muslim Sunni, termasuk keluarga pejuang pro-pemerintah. Mereka diangkut ke daerah lain di bawah kontrol ISIS.

Deir al-Zour telah dikepung oleh militan ISIS sejak awal 2015, ketika militan melancarkan serangan dan mengontrol  kota Palmyra di Provinsi Homs, kemudian memotong jalur suplai yang tersisa ke kota.

Pengepungan ISIS telah menyebabkan krisis pangan yang parah di Deir al-Zour, di mana 70 persen dari penduduk adalah perempuan dan anak-anak.

400.000 orang di Suriah berada di bawah pengepungan kelompok-kelompok teroris yang didukung asing yang mendatangkan malapetaka di banyak Suriah.

Lebih dari 260.000 orang dilaporkan tewas di Suriah sejak militansi yang didukung asing meletus di negara itu pada Maret 2011. (ARN/AU/PTV)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: