News Ticker

Sutradara Inggris Garap Film ‘kehidupan rahasia’ Keluarga Kerajaan Saudi

20 Januari 2016,

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah film yang diklaim akan menayangkan “kehidupan rahasia” dalam internal keluarga kerajaan Saudi telah memasuki tahap produksi. Film berjudul “The Weaknesses of King Fahd” itu akan menceritakan kehidupan seorang wanita Palestina yang mengatakan bahwa dirinya pernah menjadi istri rahasia Raja Saudi Fahd bin Abdulaziz al-Saud.

Janan Harb, sekarang berusia 68th, mengklaim bahwa ia menikah dengan Fahd saat ia masih berusia 47 tahun pada tahun 1968 dan masih menjabat sebagai putra mahkota serta menteri dalam negeri. (Baca juga: HEBOH, Istri Simpanan Mendiang Raja Fahd Tuntut Uang Penghidupan)

Middle East Eye melaporkan pada hari Selasa (19/1), bahwa film ini diarahkan oleh sutradara Inggris Malcolm Walker.

Film ini akan menggambarkan aspek kehidupan Fahd seperti mengunjungi kasino di London, menggunakan obat-obatan dan memaksa Harb melakukan aborsi hingga tiga kali karena ia tidak ingin memiliki “Arafat kecil” (mengacu mantan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina, Yasser Arafat) berjalan sekitar istana.” (Baca juga: Memanasnya Konflik Bin Salman Versus Bin Nayef)

Harb mengatakan bahwa meskipun Fahd tidak akan menghargai film itu jika ia masih hidup, namun ia merasa hal ini harus “diungkapkan” karena “tidak ada siapapun di dunia ini yang tahu persis bagaimana kehidupan mereka di dalam istana itu.”

Walker mengatakan bahwa selain dari Fahd film ini juga akan menampilkan tokoh yang banyak diperbincangkan saat ini, yaitu Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Harb mengklaim ia tahu Salman ketika masih tinggal di istana kerajaan Saudi. “Dia bukan salah satu dari orang-orang baik.” katanya, “Ia tidak memiliki reputasi yang baik, ia sangat agresif.” Lebih lanjut ia menyatakan bahwa adalah Salman yang membuatnya harus meninggalkan kerajaan di tahun 1970. (Baca juga: KONFLIK MEMANAS.. Bin Nayef Ajak Para Ketua Suku Cegah Bin Salman Naik Tahta)

Harb juga mengklaim sebelum kematiannya, Fahd berjanji untuk mendukungnya secara finansial selama sisa hidupnya, tapi anaknya, Pangeran Abdul Aziz menolak untuk menghormati sumpah ayahnya dan mematuhi perintah pengadilan untuk memberinya sejumlah 12 juta poundsterling (16,9 juta dolar ) ditambah dua flat mewah di London.

Pada bulan November, ia memenangkan kasus di Pengadilan Tinggi Inggris dan sang pangeran diperintahkan untuk memenuhi janji ayahnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: