News Ticker

Pria Muslim Kenya Halangi Penembakan Terhadap Warga Kristen, Tewas di Rumah Sakit

21 Januari 2016

NAIROBI, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pria muslim Kenya yang ditembak karena melindungi seorang pria kristen dari militan al-Shabaab, akhirnya meninggal dunia dalam perawatannya di Rumah-Sakit.

Salah Farah berada di antara sekelompok penumpang bus Muslim yang menolak untuk dipisahkan dengan penumpang kristen oleh teroris yang terkait al-Qaeda itu bulan lalu. (Baca juga: Muslim-Kristen Bersatu Lawan Wahabi Boko Haram di Kamerun)

Mengetahui bahwa orang-orang Kristen akan dibantai segera setelah mereka diidentifikasi sebagaimana pola mengerikan yang selalu diulang dalam banyak serangan terakhir, kelompok orang-orang muslim demi melindungi orang-orang kristen mengatakan kepada para militan bersenjata tersebut untuk membunuh semua orang atau meninggalkan semuanya.

Capture


Mendapat tantangan seperti itu, para “jihadis” al-Shabaab menembakkan peluru mereka yang kemudian menewaskan ddua orang dan melukai tiga lainnya sebelum akhirnya membiarkan bus tersebut melaju kembali. (Baca juga: Hormati Para Pahlawan Kristen, Pohon Natal Raksasa Didirikan di Tortous, Suriah.)

Mr Farah, seorang ayah-dari lima anak yang merupakan korban luka-luka, dibawa ke rumah sakit setempat dan kemudian diterbangkan ke Nairobi untuk pengobatan khusus tepat pada Hari Natal. Pejabat berwenang mengatakan kepada surat kabat The Star bahwa ia akhirnya meninggal pada hari Minggu (17/1) kemarin akibat komplikasi luka tembak yang dideritanya. (Baca juga: Indahnya Kebersamaan, Umat Islam dan Kristen Rayakan Peringatan Maulid Nabi dan Natalan Bersama-sama)

Saudara Mr Farah, Rashid, mengatakan ia berharap teladan saudaranya akan mendorong warga Kenya untuk hidup sebagai satu komunitas dan mempromosikan kerukunan beragama.

Pada saat itu, Mr Farah mengatakan kepada Daily Nation bahwa orang-orang bersenjata menghentikan bus dan memerintahkan orang Kristen dan Muslim untuk memisahkan diri.

“Kami meminta mereka untuk membunuh kami semua atau meninggalkan kami sendirian,” kata guru dan wakil kepala sekolah itu. (Baca juga: 800 Warga Kristen Gabung Pasukan Relawan Irak, Perangi ISIS)

“Saat kami tengah berargumen, mereka menembak saya dan anak itu. Seorang pria yang juga keluar dari bus dan mencoba melarikan diri ke semak juga ditembak. “

Joseph Boinnet, Inspektur Jenderal Polisi, mengatakan kepada Standard bahwa Mr Farah adalah “pahlawan sejati” dan bahwa pemerintah akan menanggung semua biaya untuk menerbangkan jasadnya pulang kepada keluarganya di Mandera untuk dimakamkan. (ARN)

About ArrahmahNews (12489 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: