News Ticker

Menag: Terdapat Ruh Islam dalam Pancasila

23 Januari 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. (Baca juga: Mantan Komandan Laskar Jundullah: Tak Jaga NKRI dan Pancasila Silahkan Hengkang dari Indonesia)

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. (Baca juga: Adik Amrozi: Perkuat Ideologi Pancasila dan Agama Bisa Cegah ISIS)

Dalam rangka syukuran 90 Tahun Gontor, di Kota Tangerang, Banten, Sabtu (23/01), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, terdapat ruh Islam dalam Pancasila. “Pancasila adalah sesuatu dimana Islam telah memberi ruh di 5 butirnya,” tegas Menag saat menjadi pembicara pada Silaturahim Nasional Kiai/Pimpinan Pesantren Alumni Gontor, seperti dilansir oleh Kemenag.go.id ( 23/01). (Baca juga: Menhan: Nyatakan Perang Dengan Gerakan Pelemahan Pancasila)

Dalam Silatnas yang dihadiri lebih kurang 250-an kiai/pimpinan pesantren alumni Pondok Gontor tersebut, Menag berbicara tentang  Santri dan Sikap Kenegaraan. Menag melihat, Pancasila merupakan sebuah rumusan dasar, komitmen muslim untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara.

Menag menegaskan, Indonesia adalah negara yang besar, plural dan majemuk, baik masyarakatnya, flora-faunanya, hingga keyakinannya. Semua hal di atas, merupakan berkah tak ternilai dari Tuhan, Allah Swt “Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara sekuler. Meski demikian, jika melihat konstitusi kita, nilai-nilai agama sangat mewarnai kehidupan kita,” terang Menag. (Baca juga: BNPT: Tujuan Radikalisme-Terorisme Ingin Ganti Pancasila dan Dirikan Khilafah)

“Dalam Pembukaan UUD 45, (disebutkan)  Bahwa atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.. di situ ada intervensi Tuhan, Indonesia bisa merdeka. Dalan peradilan pun ada peradilan agama, bahkan dalam pendidikan juga,” tambahnya.

Terkait santri, Menag meyakini, seorang santri sejati mempunyai beberapa ciri, yakni: moderat, rendah hati, dan tidak menopoli kebenaran. Menurutnya,  santri sangat mencintai Tanah Airnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: