News Ticker

Pasukan Khusus AS Ambil Alih Sebuah Bandara di Suriah

23 Januari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Amerika Serikat menyangkal pasukan khusus telah mengambil alih sebuah lapangan udara di timur laut Suriah, dekat perbatasan Suriah dengan Irak dan Turki.

Seorang juru bicara Amerika Serikat dari Central Command (CENTCOM) mengatakan pada hari Jumat (23/01) bahwa militer “membantah pengambilan kontrol lapangan terbang di Suriah”.

Namun, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengatakan kepada Al Jazeera awal pekan ini bahwa pasukan operasi khusus AS telah mengambil alih lapangan terbang dekat kota Rmeilan, Provinsi Hasakah, untuk mendukung pejuang Kurdi dalam melawan kelompok ISIS Takfiri. (Baca juga: TERIMA KASIH ASSAD…2000 Pengungsi Kembali ke al-Qaddam Suriah)

Bandara Rmeilan sebelumnya dikendalikan oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan dilaporkan menjadi pangkalan udara AS yang pertama yang dioperasikan di Suriah.

“Berdasarkan kesepakatan dengan YPG, AS diberi kontrol bandara. Tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk cadangan SDF, dengan menyediakan senjata dan pangkalan udara untuk pesawat-pesawat tempur AS,” kata Taj Kordsh.

Website analis keamanan Stratfor yang berbasis di Texas mengatakan pada hari Jumat bahwa “citra satelit membenarkan klaim aktivitas militer AS di sebuah bandara di Suriah.”

Helikopter Amerika telah beroperasi selama beberapa minggu terakhir, pekerja lokal juga sibuk memperluas landasan pacu, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. (Baca juga: Kemenlu Rusia: Teroris Suriah Dapatkan Bala Bantuan Serius dari Turki)

Pada bulan Desember, 50 Pasukan Operasi Khusus dikerahkan ke kota-kota di Suriah, seperti Ayn al-Arab dan Hasakah untuk “melatih dan membantu” pejuang Kurdi dalam memerangi ISIS.

Bandara ini sangat penting karena terletak di sekitar beberapa ladang minyak penting. Hal ini juga dekat dengan jalur pasokan utama yang menghubungkan ISIS ke markas utama mereka di Raqqah, Suriah, dan Mosul, Irak.

Sejak bulan Agustus 2014, Washington dan sekutunya telah melakukan serangan udara terhadap apa yang mereka sebut markas ISIS di Irak dan Suriah.

Data terbaru yang dirilis oleh militer AS menunjukkan bahwa telah terjadi 9.627 serangan udara koalisi pimpinan AS pada 13 Januari, dengan rincian 6393 di Irak dan 3.234 di Suriah. Namun yang aneh dari ribuan serangan itu tidak memperlemah posisi ISIS di Irak dan Suriah, bahkan ditemukan banyak kejanggalan seperti menarget pasukan populer Irak yang sedang berperang dengan ISIS, mengirim paket senjata kepada teroris dan mengevakuasi teroris yang terdesak dengan pasukan Irak. (ARN/AU/RT)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: