News Ticker

Analis; Perang AS Melawan ISIS Ternyata Hoax

24 Januari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Koalisi Internasional yang dipimpin Amerika Serikat dalam melawan teroris ISIS dan kelompok teroris lainnya di Timur Tengah adalah “HOAX”, karena Washington menciptakan kelompok-kelompok teroris tersebut untuk melaksanakan agenda AS di kawasan, kata seorang penulis dan analis politik Amerika. [Baca juga; ISIS Dalam Permainan Sinis Barat Untuk Lindungi Zionis]

Serangan-Udara-AS-Di-Kobani-Suriah

Stephen Lendman membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Sabtu (23/01), dalam mengomentari laporan yang mengatakan militer AS telah mengakui bahwa serangan udara di Suriah dan Irak menewaskan dua warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya.

“Perang Amerika melawan terorisme adalah tipuan belaka. Amerika tidak berperang dengan ISIS [Daesh / ISIL /IS /Takfiri] atau kelompok teroris lainnya. Karena mereka-lah yang menciptakan kelompok-kelompok ini, melatih mereka, mendukung mereka, dan memberikan senjata”, kata Lendman. [Baca juga; James Fetzer; AS dan Israel Dua Negara Teroris

]

“Kampanye pengeboman Amerika di Suriah dan Irak tidak menargetkan kelompok [teroris], mereka justru menargetkan infrastruktur, situs pemerintah, bahkan mereka membunuh warga sipil tanpa pandang bulu, dan menarget pasukan pemerintah Irak dan Suriah. Sedangkan tuduhan Rusia membunuh warga sipil tanpa bukti, dan terkesan dibuat-buat karena hal itu tidak pernah terjadi”, tambahnya. [Baca juga; Analis; AS Ayah dari Teroris ISIS]

“Tapi sebaliknya ada banyak bukti, bahwa dalam semua serangan udara AS menargetkan warga sipil tanpa pandang bulu. Sebagian besar dari korban perang Amerika adalah warga sipil. Itulah cara-cara  yang dilakukan AS dari dulu hingga sekarang”, kata analis.

Sejak akhir tahun lalu, Amerika Serikat dan beberapa sekutunya telah melakukan serangan udara di Irak dan Suriah.

AS mengatakan serangan udaranya menargetkan teroris ISIS, tetapi beberapa analis mengkritik kampanye anti-teror AS, dan mengatakan serangan itu dimaksudkan untuk menghancurkan infrastruktur negara-negara Arab, dan menghapus Presiden Suriah Bashar al-Assad dari kekuasaan. [Baca juga; AS Mainkan Trik Lama di Suriah]

Pada tanggal 30 September, Rusia memulai serangan udara terhadap teroris ISIS yang mendatangkan malapetaka di Suriah atas permintaan dari Presiden Assad. Sejak itu, Moskow telah melakukan ratusan serangan udara terhadap teroris di Suriah, yang menewaskan ratusan militan dan menghancurkan ratusan gudang-gudang senjata serta kamp-kamp militer mereka. (ARN/AU/PTV)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: