News Ticker

Analis; Kunjungan Kerry Demi Yakinkan Saudi, AS Tidak Berpaling ke Iran

25 Januari 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Kunjungan Menteri Luar Negeri AS John Kerry ke Arab Saudi bertujuan untuk menemukan cara untuk “mengkonsolidasikan” aliansi AS-Saudi, berdasarkan perubahan positif di kawasan.

Selama 24 jam perjalanan ke ibukota Riyadh pada hari Minggu (24/01), Kerry meyakinkan sekutu setia AS dengan “hubungan yang solid” setelah penghapusan sanksi terhadap Iran.

Pada tanggal 16 Januari, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengumumkan bahwa sanksi yang dikenakan pada Teheran atas program nuklirnya telah terangkat setelah kesepakatan nuklir Iran mulai berlaku.

Dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Minggu, William Jones, kepala biro Washington untuk Executive Intelligence Review, mengatakan bahwa kunjungan Kerry sinyal keprihatinannya atas hubungan AS-Arab.

“Jelas dia sangat prihatin bahwa Saudi yang independen dalam banyak hal, mungkin telah keluar dari flip,” katanya.

“Jadi saya pikir dia ingin mengkonsolidasikan dan mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi selama perjalanan Presiden Xi di Timur Tengah,” kata Jones, mengacu pada kunjungan Presiden China Xi Jinping baru-baru ini ke negara-negara Arab. (Baca juga; MAKIN KOMPAK.. Kolaborasi China-Iran Bangun Perekonomian Global )

Analis kemudian mengungkapkan dana rahasia Arab Saudi untuk operasi siluman AS di Timur Tengah.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh New York Times, Sabtu (23/01), misi rahasia Presiden Barack Obama untuk CIA pada 2013, yakni memulai pelatihan militan dan mempersenjatai mereka untuk memerangi Presiden Suriah Bashar Assad, yang sebagian besar didanai oleh Riyadh. (Baca juga; Analis; Perang AS Melawan ISIS Ternyata Hoax )

Times mengutip pejabat pemerintah yang mengatakan bahwa Saudi menyumbang senjata dan uang kepada CIA untuk melatih militan Suriah. (Baca juga; ISIS Permainan Sinis Barat Untuk Lindungi Zionis )

“Ini akan menjadi tekanan terhadap pemerintahan Obama yang bermain dengan Saudi dalam hal ini”, kata Jones.

Dia lebih lanjut mencatat bahwa status quo di Timur Tengah berubah menjadi “intrik” setelah kunjungan presiden China dan kesediaannya untuk membangun ” hubungan baik ” dengan kekuatan regional seperti Iran.

Jones menambahkan bahwa pelaksanaan kesepakatan nuklir Iran telah membuka jalan bagi Teheran untuk “memainkan peran dan memperkuat penawaran ekonomi serta juga untuk membangun hubungan”.

Jadi, mungkin kunjungan John Kerry untuk meyakinkan Saudi bahwa “Kami masih bersama Anda”, lanjutnya. (ARN/AU/ALM)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: