News Ticker

Analis; Pertemuan Jenewa Siasat Barat Kebiri Rusia dan Suriah

25 Januari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS,COM – Masa depan Suriah akan diputuskan di medan perang, bukan di Jenewa, analis geopolitik yang berbasis di Bangkok Toni Cartalucci mengatakan, dan menambahkan bahwa pembicaraan damai untuk menyelesaikan krisis Suriah tidak akan berujung pada kata sepakat.

Washington, NATO, Turki dan sekutu mereka negara-negara Teluk Persia masih berharap bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad harus mundur dan rezim pro-Barat mengambil alih posisi tersebut, kata analis geopolitik yang berbasis di Bangkok yang berbicara pada Sputnik.

“Barat, dan Amerika Serikat pada khususnya, telah berusaha untuk melunak akhir-akhir ini. Menteri Luar Negeri AS John Kerry berusaha memberikan kesan kepada dunia bahwa ‘perubahan rezim’ di Suriah tidak lagi di atas meja. Tentu saja, pernyataan tersebut masih diikuti oleh ekspektasi AS bahwa Presiden Assad akan mundur”, tulis Cartalucci dalam artikelnya di New Timur Outlook.

Sementara itu, sekutu Washington telah berulang kali mencoba untuk menjauhkan Suriah dari Rusia. Pada tanggal 24 November, F-16 Turki menembak jatuh Su-24 Rusia di wilayah udara Suriah. Sementara Israel berulang kali melakukan serangan udara di dalam dan sekitar Damaskus, yang konon untuk memprovokasi Suriah masuk ke dalam konflik yang telah mereka desain. (Baca juga: Putin Marah Besar: Jet Tempur Sukhoi SU-24 Ditembak, Ternyata Turki Tusuk Kami dari Belakang)

Pada bulan Desember 2015, Arab Saudi mengadakan pertemuan dengan “oposisi Suriah” dari berbagai kelompok teroris termasuk al-Qaeda. Ada banyak kontroversi seputar negosiasi damai yang akan datang. Pertanyaan tentang siapa yang harus mewakili “Oposisi Suriah” masih belum terjawab.

Oposisi dan pendukung utamanya yakni Arab Saudi, bersikeras bahwa Bashar al-Assad harus mundur sebagai bagian dari “transisi politik”, kata Philip H. Gordon, mantan penasihat Gedung Putih mengatakan kepada The New York Times. (Baca juga: Bashar Assad: Rakyat dan Pemerintah Suriah Bukan Budak Barat)

“Mereka butuh kejelasan tentang Assad sebelum mereka bersedia melakukan perundingan damai dan penyelesaian krisis Suriah”, kata Gordon.

Sementara, Rusia dan Iran mengusulkan untuk menambahkan kelompok yang mewakili bagian yang lebih luas dari masyarakat Suriah, termasuk perwakilan Kurdi.

Menjelang pembicaraan Jenewa, Washington dan sekutu-sekutunya di kawasan terus meningkat kegiatan militer mereka di Suriah. Pada saat yang sama, dengan dukungan dari Angkatan Udara Rusia, Tentara Arab Suriah berhasil mengusir ekstremis dari benteng-benteng mereka dan mengejarnya hingga perbatasan Turki. (Baca juga: Tentara Suriah Rebut Benteng Teroris di Lattakia)

Akhir perang semakin dekat, Washington akan membuat upaya untuk balkanize Suriah, dengan menciptakan “zona penyangga” dan pijakan di kawasan itu, tegas Cartalucci.

Hebatnya, pada 22 Januari Stratfor sebuah perusahaan intelijen AS, melaporkan bahwa AS memperluas dukungannya terhadap pemberontak Suriah dengan mengambil kontrol atas pangkalan udara Rmeilan, di Provinsi Hasakah. Citra satelit yang dirilis oleh Stratfor menunjukkan bahwa para pekerja sedang memperluas konstruksi bagunan bandara dan landasan pacu.

Cartalucci menganggap pembicaraan Jenewa sebagai upaya lain untuk “menggagalkan upaya Suriah dan Rusia dalam memulihkan ketertiban di seluruh Suriah dan melestarikan Suriah sebagai negara yang berdaulat”.

Menurut Cartalucci, Rusia dan Suriah harus terus melakukan upaya untuk menyelesaikan krisis dengan cara diplomatik. Meskipun pada saat yang sama Washington, NATO dan negara-negara Persian Gulf berusaha untuk menggagalkannya.

“Sepenuhnya mengalahkan proxy Barat di medan perang, mengamankan perbatasan Suriah, dan menciptakan pencegahan militer untuk mencegah intervensi militer langsung Barat … adalah satu-satunya kondisi yang dapat menyelamatkan Suriah, dan menghancurkan agenda Barat”, analis geopolitik. setiap ‘kesepakatan damai’ maka dapat memukul dengan Barat,” analis geopolitik yang berbasis di Bangkok Toni Cartalucci. (ARN/AU/FNA)

About ArrahmahNews (12489 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. VIDEO: Teriakan “KAU YANG CIPTAKAN ISIS!” Bubarkan Konferensi Pers John Kerry | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: