News Ticker

Para Pangeran Bertikai, Kerajaan Saudi Semakin Kacau

25 Januari 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Kebijakan politik dan keputusan yang diambil Raja Salman selama hampir satu tahun terakhir, menyebabkan para pangeran keluarga kerajaan Saudi meradang dan khawatir akan masa depan kerajaan serta keruntuhan dinasti Saudi.

Fuad Ibrahim dalam surat kabar “Al-Safir” terbitan Lebanon, menulis, “Perintah Salman untuk menyingkirkan atau menunjukkan pangeran menggantikan Raja Abdullah yang baru beberapa jam meninggal, menjelaskan permasalahan penting dan genting. Yang tidak hanya menyingkap krisis internal dan perselisihan di antara faksi-faksi di keluarga kerajaan. Bahkan ada kemungkinan terjadinya pertikaian untuk memperebutkan kekuasaan antara faksi-faksi tersebut. (Baca juga: Gonjang-Ganjing Aktor Dibalik Pembunuhan Saud al-Faisal Saudi)

Benar kekuasaan kerajaan Arab Saudi bertumpuh pada tiga pilar, yakni Abdullah, Salman dan Nayef. Tetapi melihat semakin bertambahnya jumlah pangeran dan orang-orang penting yang terpinggirkan dari kerajaan, memungkinkan akan semakin memperuncing pertikaian dan perselisihan di antara mereka.

Raja yang baru berkuasa sama dengan pendahulu-pendahulunya, dimana ia akan melantik orang-orang dekatnya dan menyingkirkan pesaingnya. (Baca juga: Tragedi Mina dan Mekkah Hasil Kompetisi Perebutan Tahta Dua Pangeran Saudi)

Sebagian keluarga kerajaan menyatakan bahwa Salman seorang yang keras kepala dan semangat memiiki balas dendam, serta keputusan-keputusannya selalu bertentangan dengan pendahulunya.

Sebagaimana Raja Abdullah satu-satu pemain kekuasaan, dan nampaknya Salman mengikuti jejak Raja Abdullah. Memerintah sana-sini, menyingkirkan dan melantik sesukanya. Tidak ada kekuatan lain yang mampu menghalanginya atau protes terhadapnya.

Tidak diragukan lagi bahwa Raja Salman menjalankan politik balas dendam terhadap orang-orang Raja Abdullah, untuk mempersiapkan anaknya sampai pada kekuasaan. Pertama kali yang dilakukan Salman adalah dengan mengangkat putranya menjadi Menteri Pertahanan, salah satu jabatan yang sangat penting dan akan menghantarkannya pada tahta kerajaan.

Arab-Saudi-Campuri-Urusan-Suriah

Raja Salman di awal kekuasaannya sibuk mengendalikan situasi internal untuk menciptakan keseimbangan kekuasaan yang akan berguna bagi faksi Sudair. Akantetapi kehadiran sisa-sisa orang Raja Abdullah akan menyebabkan konfrontasi. Lalu Raja Salman segera menciptakan kegaduhan politik di pemerintahannya, untuk menyingkirkan orang-orang yang akan menjadi penghalang kekuasaannya.

Dalam masalah politik luar negeri juga terjadi persaingan antara Menteri Dalam Negeri Mohammed bin Nayef dengan Menteri Garda Nasional Mu’tib bin Abdullah. Persaingan ini dimenangkan oleh Bin Nayef.

Kehadiran anak-anak Raja Abdullah pada posisi-posisi penting dan vital, seperti; Garda Nasional, Gubenur Mekkah, Gubenur Riyadh dan Kementerian Luar Negeri, telah memberikan mereka kekuatan. Tapi jika Raja tidak menyingkirkan mereka atau tetap mempertahankan kekuasaan mereka. Maka Muqrin bisa saja melakukan manuver yang dapat menjamin pangeran Mutaib menjadi Raja setelah anak pamannya, Mohammed bin Nayef. (Baca juga: Perselisihan Keluarga Kerajaan “Aly Su’ud” Semakin Memanas

)

Semakin banyaknya orang-orang penting dan para pangeran yang tersingkirkan dari jabatan mereka, maka sangat dimungkinkan akan terjadi perebutan kekuasaan hingga berakhir dengan pertikaian yang meluas. Selain itu, akan menimbulkan krisis di kawasan yang sangat berbahaya bagi masa depan kerajaan Saudi.

Salman di awal kepemiminannya dihadapi dengan tantangan baru, salah satunya adalah pertikaian antar faksi-faksi kerajaan yang akan berdampak langsung pada pemerintahannya. Sementara itu, Arab Saudi sendiri sedang menghadapi krisis ekonomi setelah anjloknya harga minyak mentah di pasar dunia. Belum lagi petualangan Saudi di Yaman dan Suriah yang menghabiskan milyaran dolar untuk mengganti rezim di negara itu, dan hingga kini terjebak dalam kegagalan di Yaman dan Suriah. Pada akhirnya kondisi internal dan external Saudi yang sangat rumit ini akan mengancam stabilitas dan keamanan negara itu. (Baca juga: Pangeran Muhammad bin Salman, “Si Penjudi Politik Yang Naif dan Sombong”)

Pertanyaannya adalah Apakah Raja Salman mampu menenangkan kegaduhan politik di pemerintahannya dan pertikaian antar pangeran serta menciptakan stabilitas politik dan keamanan?

Para pengamat politik pesimis dengan kondisi yang saat ini terjadi di Arab Saudi. Bahkan para analis Barat tidak lagi mengomentari perpindahan kekuasaan antar pangeran, yakni mereka lebih suka menggunakan kata pergantian rezim yang berarti kehancuran kerajaan Saudi. Koran Washington Post kemarin mengangkat tema ini, bahwa perpindahan kekuasaan dalam sejarah kerajaan Arab Saudi semakin tidak menentu. Mungkin saja kekhawatiran pangeran Talal tentang keruntuhan kerajaan Saudi menunjukkan pertikaian yang semakin tajam, dan akibat dari keputusan-keputusan ekstrim Raja Salman yang bertentangan dengan para pendahulunya serta keinginannya mewariskan kekuasaan kepada anaknya. (ARN/AU/ALM)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Geger Besar di Kerajaan Saudi, Mohammed Bin Salman Tangkap Para Pangeran | ISLAM NKRI
  2. Mohammed Bin Salman Tangkap Para Pangeran Pasca Geger di Kerajaan – VOA ISLAM NEWS
  3. Mohammed Bin Salman Tangkap Para Pangeran Pasca Geger di Kerajaan | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: