News Ticker

Pengungsi Klaim ISIS Menyusup Diantara Mereka di Jerman

25 Januari 2016,

FRANKFURT, ARRAHMAHNEWS.COM – Para imigran Suriah telah mengklaim bahwa mereka melihat mantan anggota ISIS yang tinggal di Frankfurt, Jerman. Polisi menyelidiki kasus ini tapi menolak untuk mengajukan tuntutan karena terduga teroris tidak melakukan kriminal apapun di Jerman.

Pada akhir kunjungannya ke wilayah Saarland Jerman, perbatasan dengan Perancis, Peter Oliver, seorang reporter Russia Today, bertemu dengan sekelompok orang Kristen Assyria yang sebelumnya pernah disandera oleh ISIS. (Baca juga: ISIS Dalam Permainan Sinis Barat Untuk Lindungi Zionis)

Mereka menceritakan kembali pengalaman selama ditahan ISIS, satu-satunya hal yang ada dalam doa mereka kala itu adalah lebih baik mereka ditembak mati dan bukannya dipenggal.

index
Komunitas yang sama yang kini tinggal di kota Saarlouis itu mengatakan bahwa mimpi buruk tersebut kini terus mengikuti mereka hingga Jerman setelah mereka mengetahui bahwa seorang yang mereka ketahui sebagai salah satu anggota ISIS kini tinggal diantara mereka. (Baca juga: SADIS! Charlie Hebdo Gambarkan Bocah Pengungsi Suriah Yang Tewas Sebagai Penjahat Seks

)

Seorang pengungsi yang tak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Russia Today bahwa ia sangat yakin pria tersebut adalah anggota ISIS yang sama yang ia lihat di Suriah.

“Ia menghentikanku berkali-kali di pos pemeriksaan dekat desa kami. Bahkan kami bisa menemukannya di facebook, aku mencari di halaman web dan menemukan pria itu lagi,” ungkap si pengungsi ebagaimana dilaporkan RT, Sabtu (23/01). Ia mengaku begitu panik ketika melihat pria yang sama itu kini berada di Jerman. (Baca juga: LAGI…Aksi Pembakaran di Pusat Penampungan Pengungsi di Jerman)

“Aku sangat takut bahwa teroris ini kini tinggal di negara demokratis seperti Jerman,” ungkap si pengungsi kepada RT, menambahkan bahwa ia tidak mengerti bagaimana orang-orang yang pernah menyandera seluruh keluarganya sekarang memiliki status sebagai pengungsi Suriah di Jerman.

Tokoh pemimpin komunitas pengungsi kristen Assyrian yang kini merasa tidak aman, segera melaporkan pria itu ke polisi.

“Polisi menganggap hal ini sangat serius, tapi kami khawatir bahwa hukum tidak dapat membuat hal ini sebagai kasus yang kuat. Mereka harus menunggu sampai orang ini melakukan sesuatu kejahatan di sini,” ungkap Charlie Kanoun, ketua Asosiasi Budaya Assyrian, kepada RT. “

“Tapi orang-orang itu adalah para pembunuh di Suriah dan bahkan mengibarkan bendera ISIS disini juga. Orang-orang seperti itu seharusnya tidak memiliki tempat di Jerman, “kata Kanoun. Polisi menegaskan bahwa penyelidikan sedang berlangsung, tetapi belum ada tuduhan terkait dengan terorisme atau kejahatan lainnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: