News Ticker

HEBOH!… Sipir Penjara Bunuh Narapidana; VIDEO

26 Januari 2016,

WASHINGTON, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah video yang beredar di sisoal media baru-baru ini, menghebohkan dan menuai kecaman dari para pengguna sosmed dan nitizen. Video itu menunjukkan seorang pria tunawisma yang tewas menghadap ke bawah saat sedang dikendalikan oleh lima orang sipir di penjara Denver .

Rekaman yang berlangsung lebih dari 45 menit, setelah itu Jaksa Mitch Morrissey mengatakan pekan lalu petugas yang bertanggung jawab atas kematian Michael Marshall tidak akan dikenakan biaya.

“Tidak ada bukti yang menunjukkan penggunaan kekuatan berlebihan yang mengakibatkan kematian Mr. Marshall”, kata Morrissey. (Baca juga: Polisi AS Tertangkap Kamera Aniaya Remaja Kulit Hitam : VIDEO)

Namun, sebuah laporan medis menunjukkan bahwa kematian pria 50 tahun itu disebabkan oleh “asfiksia atau kekurangan oksigen, karena secara fisik dibatasi oleh penegak hukum dalam drama pergulatan”.

Video menunjukkan pria itu menolak untuk duduk setelah ia bangun dari bangku, tiga orang sipir langsung menghampirinya, lalu dijatuhkan dan ditahan di atas lantai beberapa menit sebelum mereka menempatkan narapidana itu kembali ke kursi.

Perawat kemudian menyadari bahwa orang itu tidak bernapas, sehingga mereka melakukan CPR dan tidak berhasil, lalu dinyatakan meninggal di rumah sakit setempat. “Dia tidak mencoba untuk menyakiti siapa pun. Dia tidak mengancam, ” kata keponakannya, Natalia Marshall kepada AP”. Mereka (para sipir) mencoba menahannya dengan cara brutal hingga ia tewas, hanya karena ia masuk tanpa izin?, tambahnya.

Polisi AS terus mendapatkan kecaman dan kritik keras atas penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap orang kulit hitam. Dalam insiden serupa, Eric Garner 43 tahun, seorang pria Afrika-Amerika yang tak bersenjata, meninggal tahun lalu setelah dimasukkan ke dalam chokehold oleh seorang polisi kulit putih di New York City. (ARN/AU/RY)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: