News Ticker

Media Radikal dan Wahabi Kecam Nasarudin Umar yang Kembalikan Citra Islam Moderat dan Toleran di Istiqlal

26 Januari 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Tanpa diduga-duga, Prof Dr Nasaruddin Umar MA menggantikan Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Pergantian tersebut dikukuhkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Gedung Kemenag, Thamrin, Jakarta, Jumat (22/1). (Baca juga: Kau Syiah kan Ulama Sunni, Kau Sunni kan Ulama Wahabi)

Meme Nasarudin UmarSebagaimana diketahui, mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar selama ini dikenal sebagai tokoh Moderat dan dekat dengan semua kalangan agama di Indonesia. Sementara itu Ali Mustafa Yaqub dikenal sebagai tokoh membela kelompok Wahabi, yaitu sebuah sekte yang didirikan oleh Muhammad bib Abdul Wahab yang di danai oleh Saudi, dan kelompok itu anti toleran serta suka mengkafir-kafirkan kelompok lain. Ali Mustafa Yaqub yang pernah selama 9 tahun menuntut ilmu di Arab Saudi meskipun dia selalu menolak dicap sebagai tokoh Wahabi di Indonesia. (Baca juga: Stempel Syiah Cara Wahabi, Teroris Serta Kelompok Radikal Padamkan Cahaya Qur’an dan Sunnah yang Cinta Persatuan

)

Fakta mengatakan setelah pergantian ini, media-media radikal dan anti toleran melancarkan serangannya kepada Imam baru Imam masjid Istiqlal ini dengan isu seperti biasanya, bahwa Nasarudin Umar pro Syiah, Liberal dan lain-lain, padahal beliau adalah tokoh agama yang cinta akan kedamaian dan persatuan dalam menjaga stabilitas NKRI. (Baca juga: Oposisi Jerman; Wahabisme Saudi Adalah Sumber Masalah)

Padahal beliau telah memiliki misi persatuan yang indah untuk menjaga kenetralan masjid Istiqlal yang menjadi Ikon Negara. Misi tersebut berkaitan dengan citra yang harus terpancar dari Masjid Istiqlal ada tiga poin : Pertama, Masjid Istiqlal harus tetap menyimbolkan negara. “Dengan ciri keislaman moderat, bercorak rahmatan lil alamin,” ungkapnya dikutip oleh Republika.co.id, Jumat (22/1). (Baca juga: NU Target Utama Takfiri)

Kedua, Masjid Istiqlal dinilainya harus menjadi lambang persatuan dan kesatuan umat Islam. “Sebagai simbol pemersatu umat Islam dari berbagai mahzab,” ucap Nasaruddin.

Selain itu, dia mengatakan Masjid Istiqlal juga harus menjadi simbol toleransi antarumat beragama. Hal ini karena ada rumah ibadah agama lain di dekatnya. (Baca juga: Sekjen NU: Racikan Wahabisme dan Kepitalisme Merubah Wajah Suci Makkah)

Terakhir, Nasaruddin menyebut Masjid Istiqlal perlu menjadi paru-paru spiritual Indonesia.  “Kalau hutan itu adalah paru-paru dunia, kita perlu oase dan paru-paru spirutual,” ujar Nasaruddin.

“Saya percaya bahwa saudara akan mampu melaksanakan tugas dan pengabdian sebaik-baiknya serta amanah, guna mengembangkan, membangun, memakmurkan Masjid Istiqlal demi bangsa dan negara,” ujar Menag dalam sambutannya yang juga dihadiri para pejabat Kemenag tersebut.

Nasarudin UmarUntuk itu Menag berharap, BPP Masjid Istiqlal dapat terus mengembangkan kegiatan masjid yang merupakan salah satu etalase umat Islam di Indonesia. Menurutnya, sebagai masjid negara, Masjid Istiqlal harus bisa menjadi masjid percontohan dan karenanya perlu terus dikembangkan sebagai pusat ibadah dan pusat pembinaan umat.

“Keberadaan Masjid Istiqlal di jantung ibukota, harus memiliki daya tarik dari segi kegiatan dan program pembinaan keagamaan,” harap Menag. (Baca juga: Keperkasaan NU Hadapi Radikalisme dan Wahabi)

Menurutnya, Masjid Istiqlal harus dapat menjadi benteng umat Islam dari pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan agama dan ideologi bangsa. Masjid ini, lanjut Menag juga harus dapat berperan sebagai pusat pembinaan umat dan generasi muda dengan nilai-nilai Islam dan dakwah secara komprehensif.

“Atmosfir masjid sebagai pusat ibadah dan kebudayaan Islam dalam memancarkan tauhid, ukhuwah dan kemajuan, kedamaian, keadaban serta rahmatan lil alamin,” tegas Menag. Dikatakannya, Pemerintah melalui Kementerian Agama akan senantiasa memfasilitasi pemeliharaan, operasionalisasi dan pengembangan Masjid Istiqlal dengan mengalokasikan bantuan APBN setiap tahun. (ARN)

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: