News Ticker

Rusia Bantah Tuduhan Turki Atas Pangkalan Udara di Al-Qamishli

26 Januari 2016

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Kementerian Pertahanan Rusia telah membantah spekulasi tentang membangun pangkalan udara kedua di Suriah. Rumor tersebut bisa jadi bendera palsu Ankara untuk menutupi konsentrasi pasukan Turki di perbatasan Suriah, kata juru bicara Kementerian Pertahanan.

“Tidak ada pangkalan udara ‘baru’ atau tambahan untuk pesawat tempur Rusia di Suriah, serta tidak ada rencana untuk membuat apapun,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Igor Konashenkov kepada media pada hari Senin (25/01), RT melaporkan. (Baca juga: Kemenlu Rusia: Teroris Suriah Dapatkan Bala Bantuan Serius dari Turki)

Menurut Konashenkov, “tuduhan yang diterbitkan oleh surat kabar Inggris Times tentang masalah ini adalah lelucon atau upaya canggung untuk mengalihkan media dari pemberitaan pergerakan pasukan Turki ke perbatasan Suriah menuju daerah Al-Qamishli”.

Times juga melaporkan pada hari Sabtu bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan “Bahaya” pada hari Jumat bahwa “200 personil Rusia” memperkuat landasan pacu di sebuah pangkalan udara di kota Al-Qamishli Suriah yang (juga dikenal dengan Al- Qamishly, Kamishli atau Kamishly) di perbatasan timur dengan Turki. (Baca juga: Bashar Assad: Iran dan Rusia ‘Robin Hood’ Suriah)

Dugaan kedekatan pasukan Rusia ke perbatasan Turki, membuat Ankara khawatir sedemikian rupa hingga Turki mengerahkan militer Turki sebagai bala bantuan ke perbatasan masing-masing, dengan “menggali parit” untuk mencegah ancaman pasukan hantu Rusia.

“Kami telah berulang kali menekankan bahwa waktu penerbangan sebuah pesawat dari satuan tugas Rusia di Suriah ke bagian paling terpencil di negara ini sekitar setengah jam,” Konashenkov mengatakan, dan menambahkan bahwa tuduhan penyebaran pasukan Rusia di Al-Qamishli “Tolol mutlak”. (Baca juga: MOSKOW: Laporan Amnesty Internasional Soal Rusia di Suriah Penuh Kepalsuan)

Pada awal Desember, Konashenkov membantah rumor tentang pembuatan “pangkalan udara baru” untuk pesawat tempur Rusia di Suriah, yang diduga sedang dilakukan di Shayrat lapangan udara militer di provinsi Homs.

Operasi udara Rusia di Suriah melawan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL atau ISIS) mulai pada 30 September atas permintaan Presiden Bashar Assad. Semua pesawat Rusia di Suriah berbasis di Khmeimim lapangan udara di provinsi Latakia. (ARN/AU/FNA)

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: