News Ticker

Wow… “ISIS” Mitra Bisnis Turki

28 Januari 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – ‘Napoleon Bonaparte’ pernah berkata bahwa “tentara pawai di perutnya.” Secara eksplisit kalimat itu berarti bahwa jaringan logistik dan senjata diperlukan dalam pertempuran di kondisi apapun. Teroris ISIS yang mengontrol sebagian besar tanah di Irak dan Suriah tidak terkecuali dari istilah di atas yang dinyatakan oleh Napoleon Bonaparte. Tapi pertanyaannya; dari mana para teroris di Suriah dan Irak mendapatkan logistik? Bagaimana mereka menjalankan jaringan logistik? Mungkinkah tidak ada pihak yang membantunya? [Baca juga; Menteri Pertahanan Israel; Turki Beli Minyak ISIS]

Koalisi pimpinan AS yang mengklaim melakukan pengeboman terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS dari tahun lalu, tidak menunjukkan tanda-tanda perlemahan dan kehancuran organisasi teroris itu, bahkan para teroris semakin memperluas daerah-daerah yang dikuasainya di Suriah dan Irak. Tapi militan ini sekarang dalam pelarian dan kehilangan banyak tanah sejak tentara Suriah dan pasukan sekutunya yang didukung serangan udara Rusia melakukan pemboman pada akhir September tahun lalu.

Alasan utama di balik operasi ini adalah bahwa pasukan koalisi pimpinan AS mengebom gurun kosong [Baca juga; Analis; Perang AS Melawan ISIS Ternyata Hoax]. Sementara di sisi lain jet tempur Rusia benar-benar menargetkan jaringan logistik, gudang senjata, kamp pelatihan dan markas ISIS. Alasan utama di balik penembakkan jet tempur Rusia SU-24 adalah bahwa pesawat pembom Rusia menarget tanker minyak yang membawa minyak dari wilayah yang dikendalikan ISIS ke Turki. Tanker-tangker minyak itu milik putra Presiden Turki Erdogan. [Baca juga; Analis; Turki Sengaja Lakukan Penyergapan Bomber Rusia Su-24M]

Jika Barat serius menghancurkan ISIS maka mereka harus menghancurkan sumber pendapatan ISIS yang berasal dari sekutu Barat, yakni Turki. Militan ISIS mendapatkan uang dari penyelundupan minyak, barang-barang antik dan kapas dari wilayah yang diduduki di Suriah dan Irak . Teroris ISIS juga mendapatkan 1 miliar dolar per tahun dengan melakukan perdagangan heroin Afghanistan.

Akantetapi, pertama yang akan kita bicarakan di sini adalah sumber pendapatan ISIS yang paling penting, yakni; minyak. Mereka menyelundupkan minyak ke Turki dari wilayah yang mereka kendalikan di Suriah dan Irak. ‘Ali Edibogluan’ anggota dari oposisi parlemen Turki mengatakan pada tahun 2014 bahwa teroris ISIS telah menyelundupkan minyak senilai lebih dari 1 miliar dolar ke Turki dari ladang minyak di Suriah utara dan Mosul di Irak. Minyak ini diselundupkan ke Turki oleh ‘ BMZ ‘ , sebuah perusahaan pelayaran yang dimiliki oleh ‘Bilal Erdogan’ yang tidak lain merupakan anak dari Presiden Turki. [Baca juga; Sopir-Sopir Truk Minyak ISIS Berkebangsaan Turki]

Truk-truk Pengangkut Minyak Hasil Jarahan ISIS yang akan dijual Ke Turki

Truk-truk Pengangkut Minyak Hasil Jarahan ISIS yang akan dijual Ke Turki

Tanker-tangker dari ‘BMZ’ mengambil minyak dari wilayah yang dikendalikan ISIS di Suriah dan Irak. Kemudian sopir-sopir berkebangsaan Turki akan membawanya menuju ‘Zahko’, sebuah kota di Turki. Minyak ini kemudian dibawa ke kilang minyak Turki dan setelah melalui proses penyulingan, diangkut ke Israel serta negara-negara Asia dan Eropa melalui pipa dari pelabuhan Jihan, Turki. Minyak ini dibeli oleh Bilal Erdogan dengan harga 20 dolar per barel, itu artinya minyak mentah itu dijual setengah dari harga Internasional.

Jika harga per barel dipatok 20 dolar, maka Bilal Erdogan mendapatkan keuntungan sekitar 2 miliar dolar dari penjualan minyak Suriah dan Irak. Kelompok teroris ISIS akan menerima bagian mereka dari uang penjualan minyak tersebut melalui badan intelijen Turki ‘MIT’, kata pejabat senior dan broker Israel-Yunani yang dikenal sebagai ‘Haji Fareed’. [Baca juga; WOW… Inilah Harga Minyak Jarahan ISIS dari Suriah dan Irak yang Dijual ke Turki

]

Minyak ISIS diselundupkan dari Suriah ke Turki selama 4 tahun terakhir atau sejak ‘Arab Spring’ menebar teror di Suriah. Beberapa bagian dari minyak selundupan ini juga didistribusikan di pasar domestik Turki. Footages udara yang diambil oleh Kementerian Pertahanan Rusia juga menunjukkan konvoi besar tanker yang membawa minyak dari Suriah dan Irak menuju ke Turki.

‘Sadik Al Hiseni’ kepala keamanan di kota Diyala Irak, mengatakan bahwa mereka telah menangkap puluhan kapal-kapal tanker Turki yang membawa minyak dari Irak. ‘The New York Times’ dan ‘The Guardian’ juga melaporkan berkali-kali bahwa mafia Turki dan beberapa pejabat pemerintah adalah klien utama minyak yang diselundupkan oleh teroris ISIS. Semua bukti tersebut, tidak meninggalkan keraguan bahwa Turki dengan negara-negara lain seperti Arab Saudi, Qatar dan Yordania adalah sumber utama pendapatan bagi teroris yang beroperasi di Suriah dan Irak. [Baca juga; Putra Erdogan Jalankan Bisnis Haram Penjualan Minyak Curian ISIS]

Kelompok-kelompok teroris telah banyak menerima uang tidak hanya melalui penyelundupan minyak, tapi juga dengan menyelundupkan barang-barang antik, kapas dan heroin melalui Turki. Kapas merupakan tanaman utama Suriah dan sekitar 7 persen dari kapas dunia dipasok oleh Suriah sebelum Barat dan Teluk mensponsori pemberontakan yang sedang berlangsung di Suriah. Kapas tumbuh di tanah yang subur di Suriah utara, sekarang sebagian besar ladang-ladang itu berada di bawah cengkeraman ISIS dan Front Al-Nusra.

Menurut surat kabar Swiss ‘Tribune de Geneve’, teroris ISIS menyelundupkan kapas tersebut ke negara-negara barat melalui Turki. Sekitar 75 persen produksi kapas di Suriah dikuasai teroris dan ribuan ton kapas ini dikirim ke pasar Eropa melalui Turki setiap tahun.

Sumber utama lain pendapatan teroris ISIS adalah penyelundupan heroin dan obat-obatan lainnya yang didatangkan dari Afghanistan ke Turki melalui daerah yang mereka kuasai di Suriah dan Irak. Menurut Dinas Keamanan Federal Rusia untuk layanan obat-obatan terlarang (FSKN), para teroris menghasilkan 1 miliar dolar per tahun dengan memfasilitasi perdagangan obat-obatan melalui daerah yang mereka kuasai di Suriah dan Irak. Viktor Ivanov, kepala FSKN mengatakan bahwa sekitar 50 persen dari heroin Eropa berasal dari wilayah yang diduduki ISIS. Mayoritas teroris ISIS dan lainnya terbiasa menggunakan heroin atau captagon untuk menghilangkan rasa takut sebelum pergi ke medan perang.[Baca juga; Turki Ubah Opium Afghanistan Jadi Heroin Tingkat Tinggi]

Beberapa hari lalu, polisi Serbia menghancurkan sebuah perahu yang membawa 16 kilogram heroin yang dikirim dari Turki ke negara-negara Eropa. Sebuah laporan terbaru yang dirilis pada tahun 2015 oleh Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Turki merupakan pusat utama perdagangan heroin dan obat-obatan lainnya.

Media Hala melaporkan bahwa pihak keamanan Yordania berhasil menangkap 36 orang yang membawa 2.145.000 butir pil narkoba. Menurut media yang sama, sumber militer juga mengungkap bahwa peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu (23/01) kemarin itu menyebabkan beberapa korban luka-luka dan sisanya berhasil melarikan diri ke Suriah.

Jadi, semua ini adalah rahasia bagaimana para teroris mendanai kegiatan teror mereka di Suriah dan Irak. Jika negara-negara Barat serius ingin menghancurkan gerilyawan tersebut, maka mereka harus berhenti menjadi sekutu mereka seperti Turki, Arab Saudi dan Qatar dari pendanaan teroris ini. (ARN/AU/Almasdar)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: