News Ticker

TERUNGKAP! Bantuan Saudi dan CIA Untuk Teroris Jauh Lebih Besar Dari Yang Pernah Diperkirakan

29 Januari 2016,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Laporan baru media AS mengungkap bahwa kerjasama rahasia antara Badan Pusat Intelijen (CIA) dan Arab Saudi untuk mendanai ISIS dan kelompok ekstremis lainnya di Suriah jauh lebih besar dari yang pernah diduga sebelumnya. Hal ini dikatakan sendiri oleh para ahli Amerika Serikat.

Seorang penulis asal AS dan pakar urusan Timur Tengah, Dan Lazare dalam komentarnya mengenai laporan New York Times mengatakan kepada Sputnik bahwa laporan itu mengungkap skala bantuan militer AS dan keuangan Saudi kepada para pemberontak di Suriah adalah jauh lebih besar dari apa yang pernah diakui pemerintahan Obama sebelumnya. (Baca juga: KESAL! Putin Akan Bombardir Saudi Jika Tak Berhenti Dukung Terorisme)

“Dalam pidato terkenal yang [Wakil Presiden AS] Joe Biden berikan di Harvard Kennedy School di Oktober 2014 … ia mengatakan bahwa negara-negara Teluk [Persia] telah ‘menuangkan ratusan juta dolar dan puluhan ribu ton senjata militer ke siapa saja yang akan melawan Assad ‘, “kata Lazare.

Bagaimanapun juga,menurut Lazare mengacu pada laporan New York Times, perkiraan yang sebenarnya ternyata menunjukkan total biaya yang jauh lebih besar untuk mempersenjatai dan memberi pelatihan kepada para pemberontak, yaitu mencapai angka hingga miliaran dolar. (Baca juga: Arab Saudi Beli Senjata dari Eropa Untuk Diberikan Pada Para Teroris)

“Jadi kontribusi Saudi sendiri berada di urutan sepuluh kali lebih besar dari apa yang pernah Biden tunjukkan. Itu sangat besar,” Lazare menekankan.

Menurut laporan New York Times, dalam pengamatan Lazare, pemerintah AS sangat menyadari berapa banyak warga Saudi yang terus mendukung kelompok-kelompok teroris, tetapi AS justru mempertahankan kemitraan intellinjen dengan Riyadh.

Ini adalah kekuatan yang sama yang membom World Trade Center pada tahun 2001, menewaskan hampir 3.000 orang Amerika, pungkasnya.(Baca juga: Sejumlah Besar Paket Bantuan Saudi Ditemukan Di Markas-markas Teroris Suriah)

Sedangkan seorang penulis dan pakar Timur Tengah, Helena Cobban, sebagaimana dilaporkan Sputnik berkomentar, “Rincian tentang pendanaan Saudi harus memberikan jeda sangat serius untuk Amerika.”

“Rincian baru yang diungkap dalam sebuah laporan New York Times menunjukkan bahwa pemerintah AS dan badan-badan rahasia telah berusaha untuk mengulang strategi yang mereka gunakan untuk melawan Uni Soviet di Afghanistan 35 tahun yang lalu dengan menerapkannya di Suriah,” ungkap Cobban.

“Semuanya tampak menakutkan seperti apa yang pernah terjadi di Afghanistan pada 1980-an – sebuah operasi semi-klandestin, dan sangat sulit untuk mengontrol ‘intervensi’ CIA yang didukung dengan uang dalam jumlah besar dari Saudi, dan dukungan Saudi itu selalu hadir untuk agenda globalisasi Wahhabisme,” jelasnya.

Cobban menjelaskan bahwa bagaimanapun juga, teroris atas nama Islam, termasuk Osama bin Laden, dukungan CIA di Afghanistan selama tahun 1980, sengaja dihidupkan Amerika Serikat dengan konsekuensi yang menghancurkan dan hal yang sama akan terulang kembali.

“Kesalahan apa yang nantinya mungkin terjadi? Kita bisa bertanya kepada para janda dan anak yatim dari serangan 11 September 2001, mengenai pertanyaan itu,” katanya.

Cobban, lebih jauh ia mencatat bahwa para diplomat AS secara terbuka telah mengipasi api pemberontakan dan perang di Suriah.

“Ada tindakan provokasi terang-terangan dari Duta Besar Robert Ford selama musim semi Arab (kebangkitan Arab) 2011, ketika … ia memberi banyak dukungan moral dan politik untuk tokoh-tokoh aktivis oposisi (pemberontak),” kenang Cobban. (ARN)

About ArrahmahNews (12490 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: