News Ticker

Al-Jaafari: Damaskus Serius Dialog Temukan Solusi Politik Atasi Krisis Suriah

Syrian ambassador to UN and head of the government delegation Bashar al-Jaafari (Far R) faces Syria UN envoy Staffan de Mistura (Far L) at the opening of Syrian peace talks at the United Nations (UN) Offices in Geneva on January 29, 2016. The main opposition umbrella body, the High Negotiations Committee, remained absent however with the group refusing to attend for now and holding a fourth day of talks in Saudi Arabia. UN-mediated peace talks aimed at ending Syria's conflict kicked off on January 29, 2016, but the absence of key opposition members threatens to derail the biggest diplomatic push yet to resolve the nearly five-year-old civil war. / AFP / FABRICE COFFRINI

30 Januari 2016,

JENEWA, ARRAHMAHNEWS.COM – Delegasi Republik Arab Suriah untuk dialog Suriah-Suriah di Jenewa, yang dipimpin oleh Wakil Tetap Suriah untuk PBB Bashar al-Jaafari, mengadakan pertemuan pada hari Jumat dengan Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan De Mistura.

Geneva-meeting-2-300x200Menurut sumber PBB, al-Jaafari menegaskan selama pertemuan bahwa Suriah berkomitmen untuk menjaga kesatuan Suriah, kemerdekaan, kedaulatan, serta kesatuan rakyatnya, dan ia juga menunjukkan bahwa pihak-pihak tertentu telah mensponsori entitas teroris dan menolak untuk mengklasifikasikan kelompok-kelompok teror itu sebagai organisasi teroris internasional. (Baca juga: Delegasi Suriah Tiba di Jenewa

)

Sumber PBB mengatakan bahwa Al-Jaafari mencatat bahwa ada pihak-pihak yang menggunakan label “oposisi moderat” untuk menggambarkan teroris asing, pihak tersebut telah mendukung terorisme dan menjalankan perang proxy di wilayah Suriah. Ia juga menekankan bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB telah mencantumkan ISIS dan Jabhat al-Nusra dan yang berafiliasi dengan mereka sebagai organisasi teroris, dimana hal itu berarti bahwa gerakan Ahrar al-Syam juga merupakan organisasi teroris. (Baca juga: Moskow: Hanya Suriah Yang Berhak Tentukan Peserta Negoisasi Jenewa)

Menurut sumber-sumber PBB tersebut, Al-Jaafari menegaskan keseriusan pemerintah Suriah mengenai dialog dan menemukan solusi politik untuk krisis, solusi yang ditentukan sendiri oleh rakyat Suriah tanpa campur tangan asing.

Sumber PBB juga mengatakan bahwa selama pertemuan, de Mistura menekankan perlunya sebuah proses politik yang dipimpin oleh orang-orang Suriah, dan bahwa ia sedang menunggu tanggapan terhadap undangan yang telah ia kirim ke beberapa pihak oposisi. (Baca juga: Utusan Khusus PBB: Saudi Sengaja Persulit Perundingan Damai Suriah)

De Mistura menyebut selama pertemuan bahwa ia akan bekerja hingga Senin pada apa yang dapat dilakukan, dan bahwa ia bermaksud untuk mengadakan pertemuan lain di hari Minggu nanti untuk membahas isu-isu lain.

Kemudian, de Mistura mengatakan kepada para wartawan bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan krisis di Suriah adalah dengan datang ke Jenewa dan memulai proses politik, ia menambahkan bahwa akan ada pembicaraan yang akan berlangsung selama 3 atau 4 hari dan mungkin akan dimulai pada hari Minggu, dan bahwa Tujuan pembicaraan ‘adalah untuk memperoleh kemajuan dalam dialog antar Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12475 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: