News Ticker

Blok Oposisi Suriah Ancam Tinggalkan Negoisasi Jenewa

31 Januari 2016,

JENEWA, ARRAHMAHNEWS.COM – Kelompok oposisi anti pemerintah-Suriah dukungan Saudi mengancam akan menarik diri dari perundingan damai di Jenewa, dengan mengatakan bahwa kehadiran delegasi mereka tidak akan terjadi jika pemerintah Suriah tetap memerangi oposisi.

Komite Negosiasi Tinggi (HNC), sebuah koalisi dari 17 kelompok oposisi Suriah termasuk beberapa organisasi teroris, membuat komentar tersebut pada hari Sabtu malam, tak lama setelah delegasinya tiba di kota Swiss dalam rangka melakukan penilaian apakah mereka akan bergabung atau tidak dalam pembicaraan. (Baca juga: Moskow: Hanya Suriah Yang Berhak Tentukan Peserta Negoisasi Jenewa)

“Delegasi kami akan menginformasikan (kepada Utusan khusus PBB Staffan) de Mistura mengenai niatnya untuk menarik tim negosiasi jika PBB dan kekuatan dunia tidak mampu menghentikan pelanggaran ini,” ujar koordinator HNC, Riad Hijab.

HNC menyatakan ingin membahas isu-isu termasuk mengangkat pengepungan terhadap kota-kota yang masih dikendalikan para militan dan meminta penghentian serangan udara pemerintah Rusia dan Suriah, sebelum terlibat dalam pembicaraan damai yang dimulai pada hari Jumat nanti. (Baca juga: Delegasi Suriah Tiba di Jenewa)

Pada hari Jumat lalu, utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura bertemu delegasi pemerintah Suriah, yang dipimpin oleh Duta Besar negara untuk PBB, Bashar al-Jaafari dan mengadakan pembicaraan awal.

De Mistura memang sebelumnya mengatakan bahwa putaran baru pembicaraan akan – sebagaimana dinyatakan sebelumnya – yaitu dalam bentuk “pembicaraan kedekatan” dengan tidak melalui pertemuan langsung antara pemerintah dan perwakilan dari oposisi. (Baca juga: Analis; Pertemuan Jenewa Siasat Barat Kebiri Rusia dan Suriah)

Sementara itu, perwakilan dari apa yang disebut HNC, Riad Naasan Agha, mengklaim bahwa bloknya ingin menunjukkan kepada dunia mengenai “keseriusan dalam bergerak ke arah negosiasi guna menemukan solusi politik.”

Hal ini terjadi setelah Rusia mengatakan bahwa organisasi teroris seperti Jaish al-Islam dan Ahrar al-Sham tidak boleh mengambil bagian dalam pembicaraan damai tersebut. (ARN)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: