News Ticker

PUTIN, Target Fitnah ‘Gila’ Barat Setelah Gagalnya Operasi Perubahan Rezim

31 Januari 2016,

robert-bridgeMOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Meskipun Vladimir Putin sangat jarang diperlakukan secara jujur dan obyektif oleh tokoh-tokoh politik dan media Barat, namun tingkat dan jenis serangan terhadap pemimpin Rusia itu akhir-akhir ini bisa digambarkan sebagai sesuatu yang sangat berbahaya, delusional dan sangat disengaja.

Hal ini digambarkan Robert Bridge, seorang jurnalis dan penulis asal Amerika yang kini tinggal di Moskow, dalam sebuah artikel yang dimuat di Russia Today, Sabtu (30/01) kemarin.

Artikel tersebut menyatakan bahwa fitnah bertubi-tubi terhadap Putin sejak awal 2016 itu pada hakikatnya telah menyoroti kelakuan buruk dan sikap putus asa para penuduhnya, sebagai akibat dari ketakutan mereka akan gagalnya operasi perubahan-rezim yang selama ini mereka lakukan di berbagai negara, serta goyahnya aliansi anti-Rusia yang sudah susah payah mereka bangun. (Baca juga: AS Tuduh Putin Korupsi, Lavrov Semprot Kerry

)

Serangan terhadap pribadi Putin awal tahun ini dimulai dari penyelidikan publik Inggris, yang diungkap media-media pro-Barat dimana mereka menyebut bahwa “mungkin” Putin telah memerintahkan pembunuhan mantan perwira KGB, Alexander Litvinenko, di London pada tahun 2006. (Baca juga: Rusia Akan Tuntut Fitnah Inggris Atas Pembunuhan Litvenko di Pengadilan)

Menurut Bridge, Alexander Mercouris, seorang pengacara terlatih selama 12 tahun di Royal Courts of Justice, menggambarkan kegagalan dari penyelidikan publik Inggris tersebut, “Penyelidikan Publik yang kini telah menyampaikan putusannya dalam kasus Litvinenko telah melemparkan semua putusan secara ngawur. Tidak ada juri, bagian dari bukti adalah rahasia dan terdakwa serta pengacara tidak boleh menyaksikannya, beberapa saksi memberikan bukti kepada Hakim secara rahasia dan identitas mereka tidak diungkapkan ke terdakwa,” ungkapnya.

Jelasnya, ketika datang apa pun yang melibatkan Rusia pada umumnya, atau Vladimir Putin pada khususnya, maka gagasan fair play (bermain adil) selalu sengaja dibuang demi untuk menggambarkan pemimpin Rusia itu sebagai semacam “hantu”.

Lebih lanjut Robert Bridge dalam artikelnya menyoroti tuduhan berikutnya, yaitu Putin diumumkan sebagai seorang yang korup oleh Departemen Keuangan AS. (Baca juga: Jubir Putin: Tudingan Gedung Putih Adalah Penghinaan)

Bridge menjelaskan bahwa tak lama setelah tuduhan menggelikan Inggris, tuduhan untuk pribadi Putin kemudian dilayangkan oleh Adam Szubin, Sekretaris untuk Kejahatan Keuangan dan Terorisme Departemen Keuangan AS, yang menuduh pemimpin Rusia itu sebagi seorang yang korup dalam wawancaranya dengan BBC.

Juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada BBC mengenai pernyataan Szubin, bahwa tidak ada yang perlu dijawab karena semua itu hanyalah murni sebuah “karangan fiksi”. Menurutnya, tuduhan korup yang saat ini berupaya disematkan pemerintahan AS atas sang presiden Rusia adalah tahap berikutnya dari upaya lama yang selalu dilakukan untuk membusukkan Presiden dan pemerintahan Rusia demi keuntungan geopolitik mereka.

Bridge dalam tulisannya menyatakan bahwa sebagai seorang Amerika, ia sangat kecewa melihat bahwa Departemen Keuangan AS itu yang secara tidak pantas menunjukkan keinginan mereka untuk menodai reputasi pemimpin asing negara lain, justru seolah buta untuk melihat kejahatan yang dilakukan oleh elit keuangan Amerika sendiri, kejahatan yang membuat terjadinya Resesi Besar pada 2008, krisis ekonomi terburuk setelah resesi yang dikenal dengan Great Depression pada tahun 1929 di negara itu. (Baca juga: TERBONGKAR… Upaya Pembunuhan Sang Beruang “Vladimir Putin” oleh Barat)

Lebih lanjut Bridge menjelaskan bahwa mengingat apa saja yang telah dilakukan Amerika Serikat dan berbagai upaya globalnya akhir-akhir ini yang sebagian besar adalah melakukan operasi perubahan-rezim setan, seperti yang dapat disaksikan di Afghanistan, Irak, dan Libya, serta yang sedang berlangsung di Suriah, mungkin dendam pribadi semacam ini sama sekali tidak mengejutkan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. Setelah semua yang dilakukannya, kepemimpinan tak tertandingi Presiden Rusia itu telah dianggap bertanggung jawab menggagalkan ambisi kekaisaran AS di sejumlah negara-negara strategis, terutama di Ukraina dan Suriah. (Baca juga: Harian Perancis: Putin, Sang Pahlawan Tak Kenal Kompromi Yang Susahkan Barat)

Dengan faktor-faktor seperti ini, tidak mengejutkan bahwa Vladimir Putin telah menjadi target dari kampanye propaganda sengit Barat yang bertujuan untuk menghancurkan reputasinya baik di dalam maupun di luar negeri. Tapi menurut Bridge, dengan prestasi yang luar biasa yang dimiliki Putin saat ini, strategi bodoh tersebut pada akhirnya akan gagal, karena kini mayoritas orang di seluruh dunia memahami dari mana akar nyata dari kejahatan dan korupsi itu berasal. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on PUTIN, Target Fitnah ‘Gila’ Barat Setelah Gagalnya Operasi Perubahan Rezim

  1. Hal ini sudah tidak aneh,begitulah kelakuan barat dari dulusampai sekarang .

1 Trackback / Pingback

  1. Analis: Tidak Realistis, AS Bersikeras Soal Perubahan Rezim di Suriah ! – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: