News Ticker

RASIS…Sejumlah Pria Bertopeng Anti-Imigran Mengamuk di Swedia

31 Januari 2016,

SWEDIA, ARRAHMAHNEWS.COM – Sekitar 100 pria bertopeng dan berpakaian hitam anti-imigran mengamuk dan menyerang orang-orang asing di Swedia.

Pria-Bertopeng-Anti-Imigran

Menurut polisi Swedia, geng berkumpul di pusat kota Stockholm pada Jumat (29/01) membagikan selebaran yang menyerukan penduduk Swedia untuk menyerang para pengungsi, RT melaporkan pada hari Sabtu (30/01) .

“Saya lewat dan melihat sekelompok pemuda bertopeng dan berpakaian hitam … mulai mengeroyok, memukul dan menendang orang asing. Saya melihat tiga orang dianiaya begitu sadis”, kata seorang saksi mata. (Baca juga: Denny Siregar: Api Suriah, Eropa dalam Bahaya

)

Sejumlah politisi menuduh polisi gagal dalam menangani kejahatan anti-migran dan melindungi warga sipil Swedia.

“Jika jalan-jalan Swedia tidak lagi aman bagi pria dan wanita Swedia, maka itu adalah tugas polisi untuk mengambil tindakan tegas”, kata seorang politisi Swedia.

85a472b3-cd46-456d-9925-56ccd3a9a328-Razia-Imigran

Sejumlah pria bertopeng merazia imigran dipusat perbelanjaan di kota Swedia

Pihak keamanan Swedia mengkonfrimasi bahwa mereka telah melakukan penangkapan terhadap beberapa orang yang dicurigai terlibat insiden itu, tetapi mereka yang ditangkap dibebaskan keesokan harinya.

Sentimen anti-migran terus meningkat di Swedia sejak Senin lalu, ketika seorang pekerja kemanusiaan (22 tahun) tewas di sebuah pusat pengungsian di selatan negara itu. (Baca juga: Uni Eropa Tinggalkan Pengungsi dan Kemanusiaannya)

Pada hari Sabtu, bentrokan pecah pusat kota antara demonstran pro dan anti-pengungsi, dan selama itu beberapa orang asing diserang .

Di tempat lain, kota pelabuhan Dover, sedikitnya sembilan orang ditangkap setelah kekerasan pecah selama protes mendukung dan melawan pencari suaka. Menurut polisi setempat, para demonstran sayap kanan mulai melemparkan batu bata ke petugas yang mencoba memecah bentrokan.

Lebih dari satu juta pencari suaka mencapai pantai Eropa pada tahun 2015, mayoritas dari mereka melarikan diri dari negara yang dilanda terorisme seperti Suriah, Irak dan Afghanistan. Krisis pengungsi di Eropa adalah yang terburuk sejak Perang Dunia II. (ARN/AU)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: