News Ticker

Turki Panggil Duta Besar Rusia, Ketegangan Kedua Negara Semakin Memanas

31 Januari 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Turki mengatakan telah memanggil duta besar Rusia untuk Ankara guna memprotes dugaan pelanggaran wilayah udara Turki oleh jet Rusia.

“Sebuah Su-34 pesawat milik angkatan udara Rusia melanggar wilayah udara Turki pada pukul 11:46 waktu setempat (29/01)”, Kementerian Luar Negeri Turki mengklaim dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu. (Baca juga: Rusia Bantah Tuduhan Pelanggaran Wilayah Udara Turki )

Pernyataan itu menambahkan bahwa setelah insiden tersebut Ankara memanggil duta besar Rusia untuk “memprotes dan mengutuk” pelanggaran tersebut. Namun, Kementerian tidak menentukan mana insiden itu terjadi.

Kementerian Luar Negeri Turki menuduh Rusia sengaja meningkatkan ketegangan antara kedua negara, dan mengatakan bahwa Moskow akan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mengerikan.

“Kami menekankan sekali lagi bahwa semua tanggung jawab atas setiap konsekuensi serius yang tidak diinginkan sebagai akibat dari perilaku yang tidak bertanggung jawab tersebut, sepenuhnya akan menjadi milik Federasi Rusia,” katanya. (Baca juga: 10 ‘Tamparan’ Putin Kepada Turki)

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (30/01) memperingatkan Rusia “konsekuensi” jika terus melanggar wilayah udara Turki.

“Rusia akan menghadapi konsekuensi jika terus melakukan pelanggaran terhadap hak-hak kedaulatan Turki,” kata Erdogan kepada wartawan di bandara Istanbul sebelum berangkat ke Amerika Latin.

“Langkah-langkah yang tidak bertanggung jawab seperti itu tidak menguntungkan baik bagi Federasi Rusia, atau hubungan Rusia-NATO, atau perdamaian regional dan global,” tambahnya.

Erdogan juga menyerukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas insiden tersebut.

“Saya meminta wakil menteri luar negeri untuk menghubungi pihak Rusia, dan menginformasikan bahwa saya ingin melakukan percakapan pribadi dengan Presiden Vladimir Putin. Duta besar kami diberitahu bahwa permintaan tersebut telah dikirimkan ke pihak Rusia, tapi sejauh ini kami belum menerima respon apapun, “kata presiden Turki. (Baca juga: Pengkhianatan Menyakitkan NATO dan AS Kepada Erdogan)

Pada hari Sabtu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dimana Turki adalah salah satu anggotanya, meminta Moskow untuk “sepenuhnya menghormati” aliansi wilayah udara.

“Saya menyerukan Rusia untuk bertanggung jawab dan sepenuhnya menghormati wilayah udara NATO. Rusia harus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa pelanggaran tersebut tidak terjadi lagi, “kepala aliansi militer, Jens Stoltenberg, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Moskow dan Ankara telah terkunci dalam perang kata-kata sejak 24 November 2015, ketika Turki menembak jatuh jet Su-24 Rusia di wilayah udara Suriah. Turki mengklaim bahwa jet itu telah memasuki wilayah udara Turki, sementara Moskow telah membantah tuduhan itu.

Menyusul insiden itu, Rusia memberlakukan berbagai sanksi ekonomi terhadap Turki, termasuk menangguhkan semua perjanjian militer dengan Ankara. (ARN/AU/PTV)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: