News Ticker

Analis; Turki Sengaja Pancing Kemarahan Rusia Dengan Tuduhan Langgar Wilayah Udara

1 Februari 2016,

WASHINGTON, ARRAHMAHNEWS.COM – Turki berusaha untuk “meningkatkan ketegangan” dengan Rusia dengan menuduhan Moskow melanggar wilayah udara Ankara dekat perbatasan Suriah, mantan pejabat di Departemen Pertahanan AS mengatakan.

“Gagasan melanggar wilayah udara adalah usaha Turki untuk mencari-cari alasan memperburuk situasi, karena tuduhan itu benar-benar bertentangan dengan posisi Rusia yang mendukung Kurdi dan mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad,” kata Michael Maloof, mantan analis kebijakan keamanan di Pentagon. (Baca; Turki Panggil Duta Besar Rusia, Ketegangan Kedua Negara Semakin Memanas )

“Orang-orang Turki hanya ingin mengambil keuntungan dari kesempatan ini untuk meningkatkan ketegangan,” kata Maloof pada Press TV pada hari Minggu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan “berada di luar kendali dan bergandengan tangan dengan Saudi, sehingga ia memiliki agenda sendiri mengapa dia harus meningkatkan ketegangan di daerah yang sudah sangat-sangat tegang,” tambahnya.

Turki mengatakan bahwa bomber Su-34 Rusia telah melanggar wilayah udaranya meskipun telah diberi peringatan. Bahkan Ankara mengancam akan mengambil tindakan serius terhadap pesawat-pesawat, jika masih terus melanggar kedaulatan negaranya.

Namun juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov membantah tuduhan itu dan menganggap sebagai “bualanyang dibuat-buat” akibat terlalu banyak menonton film action Hollywood. (Baca juga; Rusia Bantah Tuduhan Pelanggaran Wilayah Udara Turki )

Insiden itu telah memicu kekhawatiran kemungkinan terjadinya konfrontasi militer antara Rusia dan Turki. Karena kedua negara telah bersitegang sejak 25 November 2015 tahun lalu.

Pada hari Sabtu , Washington mendesak Moskow untuk menghormati wilayah udara Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( NATO ).

“Kami menyadari laporan tersebut dan dapat mengkonfirmasi bahwa kemarin pesawat tempur Rusia melanggar wilayah udara Turki”, kata juru bicara Pentagon Mark Wright kepada kantor berita RIA Novosti.

Michael Maloof dalam pernyataannya kepada Presstv, mengatakan rupanya Turki telah lupa bahwa negaranya telah melanggar hukum internasional dengan memasuki wilayah Irak tanpa permintaan dari otoritas Baghdad, melanggar wilayah udara Yunani dan membiarkan perbatasannya menjadi pintu surga keluar-masuk para teroris dari berbagai negara.

“Seharusnya Ankara bercermin sebelum mengeluarkan tuduhan keras kepada Rusia atau tuduhan-tuduhan itu memang disengaja dan dibuat-buat untuk membenturkan Rusia dengan NATO”, tambahnya. (ARN/AU/PTV)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: