News Ticker

Konspirasi…! AS Desak Rusia Hormati Wilayah Udara Turki dan NATO

01 Februari 2016,

WASHINGTON, ARRAHMAHNEWS.COM – Departemen Pertahanan AS mendesak Rusia untuk menghormati wilayah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan mengatakan telah “mengkonfirmasi” laporan itu bahwa jet Rusia melanggar wilayah udara Turki awal pekan ini.

“Kami menyadari laporan dan dapat mengkonfirmasi bahwa kemarin pesawat tempur Rusia telah melanggar wilayah udara Turki dan NATO” kata juru bicara Pentagon Mark Wright kepada kantor berita RIA Novosti dalam sebuah pernyataan hari Sabtu. (Baca juga: Rusia Bantah Tuduhan Pelanggaran Wilayah Udara Turki)

“Kami menyerukan kepada Rusia untuk menghormati wilayah udara Turki dan menghentikan kegiatan yang berisiko mempertinggi ketidakstabilan di kawasan itu,” lanjut Wright.

Wright juga menekankan Rusia dan Turki perlu “berbicara satu sama lain dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah eskalasi.”

Kementerian Pertahanan Turki mengklaim bahwa bomber Su-34 Rusia melanggar wilayah udara negara itu pada Jumat, dan menambahkan bahwa pesawat itu telah mendapat peringatan oleh unit radar Turki.

Laporan ini memicu reaksi keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dengan memberikan peringatan kepada Rusia dari “konsekuensi” jika pelanggaran tersebut terus terjadi.

Tak lama setelah itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan solidaritas dengan Turki, dan menyerukan Rusia “untuk bertanggung jawab dan menghormati wilayah udara NATO”.

Stoltenberg menegaskan bahwa Rusia “harus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa pelanggaran tersebut tidak terjadi lagi”.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov membantah tuduhan konyol Angkara pada Sabtu (29/01) , dengan alasan bahwa sistem radar Turki tidak mampu mendeteksi jenis dan afiliasi dari sebuah pesawat. (Baca juga: Jet-jet Tempur Turki Langgar Wilayah Yunani….LAGI)

Dia juga menolak klaim bahwa pilot Rusia telah menerima peringatan, dan menjewer mereka dengan mengatakan bahwa bahwa tuduhan itu adalah sebuah fiksi yang dibuat-buat dan “propagandis bodoh yang terlalu banyak menonton film action Hollywood. “

Insiden itu telah memicu kekhawatiran kemungkinan terjadinya konfrontasi militer antara Rusia dan Turki, Karena kedua negara telah bersitegang sejak 25 November 2015 tahun lalu. (ARN/AU/Sputnik)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: