News Ticker

Para Ibu Yaman Saksikan Anak-Anaknya Meregang Nyawa Akibat Kelaparan; VIDEO

31 Januari 2016,

YAMAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Yaman telah berubah menjadi sebuah lembah tandus kematian. Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan blokade laut, udara dan darat yang diberlakukan koalisi Arab atas Yaman, telah mengisolasi jutaan rakyat miskin Yaman dari dunia internasional dan menyebabkan keputusasaan yang berkepanjangan hingga kematian.

Para Ibu dipaksa untuk menyaksikan anak-anak mereka meregang nyawa karena kelaparan tanpa bisa berbuat sesuatu untuk menghilangkan rasa laparnya.

Ibu-ibu yang tangannya selalu terbuka memberi dan menerima tawaran dari kerabat mereka, kini telah tertutup tanpa bisa memberikan bantuan atau pertolongan.

Tangan itu kini kosong, tanpa sepotong roti sekalipun…tangan-tangan itu sekali-kali menyeka air mata untuk menghibur anak-anak mereka yang pucat menahan lapar dan layu tak bertenaga. Ketika tangan ibu tak dapat membawa kenyamanan dan harapan, apa masih ada harapan? (Baca juga: Misteri Perang Yaman Terungkap)

Organisasi bantuan kemanusiaan juga tak dapat berbuat banyak di tengah gempuran pesawat-pesawat Saudi, yang terkadang mereka juga menjadi sasaran pemboman. Para relawan pun tak mungkin menentang ketidakadilan, kemiskinan, dan kejahatan para agresor yang didukung kekuatan Dunia. Buktinya Dewan Keamanan PBB tidak dapat berbuat apa-apa yang dapat menghentikan kejahatan Saudi.

Yaman tidak hanya membutuhkan sepiring nasi, tetapi membutuhkan sarana untuk membangun masa depan mereka yang telah direnggut oleh Arab Saudi. Sekolah-sekolah, rumah sakit, jalan raya, jembatan, bandara, perumahan, pasar-pasar tradisional, instalasi listrik dan sejumlah fasilitas umum lainnya telah rata dengan tanah.

Sebuah perang yang dipaksakan terhadap bangsa Yaman yang tak mau tunduk melayani kepentingan AS, Israel dan Arab Saudi. Mereka berdiri tegak menghadapi penindasan dan kekuatan hegemoni, meskipun harus menghadapi bom-bom yang dilarang berdasarkan kesepakatan internasional. (Baca juga: Kisah Memilukan dari Yaman; Anakku Mati Kelaparan)

Yaman adalah bangsa yang kultur keagamaannya sangat kental, kaya akan tradisi seni dan budaya, sejarah para nabi dan kerajaan-kerajaan di masa lampau, tempat-tempat suci dan artefak-artefak serta bangsa yang telah mencapai peradaban di saat tanah Arab masih hidup dalam kejahilian. Namun, semua itu telah hancur dan musnah akibat diserang Arab Saudi, tanpa henti yang menarget bangunan-bangunan kuno dan bersejarah.

Rakyat Yaman terkepung dengan kelaparan … Bahkan tangisan mereka telah diberangus oleh media mainstream. Teriakan Organisasi Kemanusiaan atas pelanggaran Arab Saudi bagai macan ompong, yang tak mampu memecah keheningan PBB yang telah dicekeram oleh AS, Inggris dan Zionis. (ARN/AU/shafaqna)

Jangan biarkan kejahatan Arab Saudi terus berlangsung di Yaman!!

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: