News Ticker

HANTU KEMATIAN, Sniper Misterius Buru Para Pemimpin ISIS di Libya

02 Februari 2016,

TRIPOLI, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang sniper (penembak jitu) misterius mulai berburu para pemimpin ISIS di Libya, para pemimpin yang oleh para jihadis ISIS disebut “Khilafah” baru mereka. Demikian dilaporkan surat kabar Inggris, the Telegraph.

Setidaknya tiga komandan ISIS telah ditembak mati dari jarak jauh di kota Sirte dalam waktu 10 hari. Hal ini mau tidak mau menjadi momok sangat menakutkan dan meresahkan para teroris. “Masih belum diketahui apakah sniper itu bekerja sendiri atau terdiri dari sebuah tim yang khusus bekerja untuk menjatuhkan para pemimpin ISIS,” tulis surat kabar Inggris itu mengutip pernyataan media lokal. (Baca juga: Menlu Rusia; Belum Ada Permintaan Resmi Tripoli Untuk Serang ISIS di Libya)

Dalam upaya untuk melacak si penembak misterius itu, para jihadis ISIS secara ngawur mulai menangkap dan mengeksekusi orang-orang yang mereka tuduh sebagai penembak jitu. Tapi usaha mereka sia-sia, karena sang sniper misterius itu baru-baru ini lagi-lagi menembak Abdullah Hamad al-Ansari, seorang komandan tertinggi ISIS dari kota Obari, Libya, kata sumber itu.

“Perasaan dihantui teror saat ini muncul di antara jajaran (ISIS) setelah kematiannya. Mereka secara acak menembak ke udara untuk menakut-nakuti penduduk, ketika mencari sang sniper,” ungkap seorang saksi lokal kepada situs al-Wasat, sebagaimana ditulis International Business Times. (Baca juga: Takut Mati, Pemimpin ISIS ‘Abu Bakar Al-Baghdadi’ Melarikan Diri ke Libya)

Semakin lama sang sniper misterius itu tak juga tertangkap, semakin ia menebar kepanikan diantara para militan ISIS, karena mereka menyadari bahwa kini anggota mereka tidak ada yang bisa merasa benar-benar aman di jalan-jalan Sirte.

The Telegraph menulis bahwa Identitas si penembak jitu kini menjadi subyek diskusi yang intens baik dalam pembicaraan sehari-hari antara penduduk kota maupun secara online. Beberapa mengklaim bahwa penembak jitu adalah milisi yanga berasal dari kota Misrata, yang pernah menjadi anggota ISIS dimasa lalu untuk mengendalikan Sirte. Lainnya berspekulasi bahwa ia mungkin pasukan khusus penembak jitu, yang beroperasi di wilayah tersebut. (Baca juga: ISIS Bunuh Komandan Militer Libya)

Setelah penggulingan pemerintah Muammar Gaddafi pada tahun 2011, Libya telah terjebak dalam kekacauan. Keadaan kekacauan politik dan sosial menyebabkan tersebarnya ISIS/Daesh dan para ekstremis Islam lainnya di negeri ini. Saat ini, setidaknya ada 5.000 militan ISIS menyebar di sekitar di Libya.

Ada laporan bahwa ISIS telah mengirim pemimpin kuncinya di Irak, Abu Omar, ke Libya untuk meningkatkan pengaruh kelompok teroris itu di kota Sirte, serta untuk mempersiapkan potensi suaka para pemimpin ISIS yang saat ini berada di Suriah dan Irak. (ARN)

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Pendiri Front Al-Nusra Tewas di Aleppo | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: