News Ticker

Koalisi Rusia-Suriah Menuju Kemenangan Gemilang

02 Februari 2016,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Liputan media Barat tidak secara akurat mencerminkan apa yang terjadi di medan perang Suriah. Hal ini ditulis wartawan AS, Mike Whitney dalam majalah CounterPunch. Pasukan yang dipimpin Damaskus, dibantu oleh pesawat-pesawat tempur Rusia, telah mengubah gelombang perang dan kini sedang berada dalam proses untuk segera menghalau seluruh kaum radikal keluar dari Suriah.

“Tidak seperti keterlibatan militer Amerika di Afghanistan dan Irak, proses ini tidak akan menjadi suatu proses yang berlarut-larut,” ungkap Whitney sebagaimana dilaporkan Sputnik, Minggu (31/01). (Baca juga: PARADIGMA DUNIA BARU: China, Iran, Rusia, Tim Terkuat Dunia)

Whitney menyebut bahwa apa yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa Rusia dan koalisinya memiliki semua ciri-ciri untuk segera mencapai kemenangan gemilang seiring mulai terbangunnnya kembali keamanan di Suriah secara bertahap, dan larinya para penjajah (tentara bayaran yang bekerja untuk ISIS, Front al-Nusra dan kelompok radikal lain di Suriah) untuk mencari perlindungan.

Laporan dari medan perang Suriah telah berbicara mengenai hal ini . Berkat keterlibatan Rusia, Tentara Arab Suriah (SAA) mampu menyerang secara ofensif di hampir semua lini, membebaskan kota-kota strategis dan menghancurkan para teroris di provinsi-provinsi penting. Kurang dari enam bulan lalu, Pasukan Damaskus masih kehilangan wilayah dan prospek mereka tampak muram. (Baca juga: Analis Geopolitik; Rusia Jangan Terprovokasi Turki, Akhir Permainan Sudah Dalam Genggaman)

Whitney menyatakan bahwa orang-orang Amerika selama ini “dikondisikan” untuk percaya bahwa keterlibatan militer di negeri asing pasti akan berubah menjadi kekacauan. Kekhawatiran ini dimengerti. Setelah semua, Amerika Serikat memang telah menyeret dua kampanye militer di Timur Tengah yang hanya berkontribusi dalam memberi banyak kekerasan dan ketidakstabilan di kawasan. (Baca juga: Wawancara Bashar Assad: Sebulan Serangan Rusia Paksa Ribuan Teroris ISIS Melarikan diri ke Turki dan Eropa)

Namun kasus Rusia berbeda. “Faktanya adalah, bagaimanapun, Putin tidak berniat “berhenti” di Suriah selama satu atau dua dekade. Apa yang ia rencanakan adalah untuk mengalahkan musuh dan pergi,” tulis Whitney. Laporan terakhir dari garis depan menunjukkan bahwa hal itulah yang benar-benar ia lakukan.

Rusia telah meluncurkan kampanye udara yang terbatas tapi sangat efisien mulai 30 September lalu setelah ada permintaan resmi dari Damaskus. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: