Suriah Kecam Tembakan Artileri Turki Ke Wilayahnya

03 Februari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemerintah Suriah pada Selasa (2/02) mengecam pemerintah Turki atas tembakan artileri ke wilayah Provinsi Latakia, Suriah.

Sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan kepada kantor berita resmi Suriah, SANA bahwa tembakan artileri adalah “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional”.

Sumber itu mengatakan Damaskus “berhak untuk menanggapi kejahatan keji ini dengan segala cara”, dan mengatakan bahwa ini merupakan “kejahatan terhadap warga sipil Suriah”.

Pada Senin pagi (01/02), dilaporkan bahwa militer Turki telah menembakkan artileri ke wilayah di pegunungan Atirah hingga menewaskan seorang tentara Suriah dan melukai lima prajurit lainnya. [Baca juga; Rusia: Turki Bombardir Wilayah Suriah]

Observatorium Suriah untuk hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, yang berafiliasi dengan oposisi Suriah, mengkonfirmasi kematian seorang tentara pro-pemerintah dalam serangan itu.

Para pejabat Turki belum mengomentari insiden tersebut. Sementara itu, Rusia mengecam keras penembakan artileri tersebut, dan mengatakan Ankara sebagai anggota NATO harus cepat memberikan klarifikasi tentang masalah ini.

Juru bicara Departemen Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan Moskow telah memperoleh video yang membuktikan bahwa pasukan Turki secara rutin menargetkan area di Latakia dengan artileri. (Baca juga: Kebenaran Dibalik Dua Serangan Turki ke Suriah dan Irak)

Ia juga menegaskan Rusia menunggu “respon cepat dan penjelasan” dari NATO dan Washington atas tindakan Turki.

Damaskus menyatakan bahwa Turki terang-terangan memberikan dukungan kepada para militan Turkmen dari di Latakia yang berjuang melawan Presiden Bashar Assad.

Pada 30 Januari, Turki mengklaim bahwa jet tempur Rusia telah melanggar wilayah udaranya, dan memperingatkan bahwa langkah itu bisa berakibat mirip dengan apa yang terjadi pada bulan November 2015 lalu, ketika Ankara menembak jatuh jet Sukhoi Rusia dekat perbatasan Suriah. Yang memicu ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Moskow dan Ankara, hingga mengarah kepada sanksi yang dikenakan oleh Rusia pada perdagangan dan kerjasama militer dengan Turki. (ARN/AU/PTV)

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: