News Ticker

Konferensi Pers Kerry “Bubar” Setelah Diteriaki “Kau yang Menciptakan ISIS”; VIDEO

04 Februari 2016,

ITALIA, ARRAHMAHNEWS.COM – Kunjungan Menteri Luar Negeri AS ke Italia, John Kerry terganggu oleh teriakan protes saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni, ketika seorang wanita di antara penonton berteriak, “kau yang menciptakan ISIS”. (Baca juga: Kerry dan Raja Salman Bersumpah Akan Banjiri Suriah Dengan Teroris)

Konferensi pers berakhir setelah wanita itu berdiri dari kerumunan wartawan, dan mengenakan penutup kepala hitam.

“Anda yang menciptakan Daesh”, teriak wanita itu kepada Kerry, yang menggunakan nama lain untuk kelompok teroris Negara Islam (IS , ISIS / ISIL) , televisi Italia “RAI” melaporkan.

Sumber itu, menyebutkan petugas keamanan segera mengamankan wanita itu dengan menyeretnya menjauh dari konferensi pers.

Setelah bertemu dengan Gentiloni, Kerry mengatakan dia yakin bahwa koalisi internasional pimpinan AS akan “menghancurkan ISIS” akhirnya. Sedangkan rekannya Italia menyatakan jauh lebih hati-hati.

“Ada langkah-langkah ke depan sehubungan dengan KTT Paris. Tapi bukan untuk membenarkan triumfalisme (Triumfalisme adalah sikap atau keyakinan bahwa doktrin, agama, budaya, atau sistem sosial tertentu lebih unggul dan harus menang diatas semua orang, red), dan kita harus melanjutkan usaha bersenjata di Irak,” kata Gentiloni. (Baca juga: Analis; Pertemuan Jenewa Siasat Barat Kebiri Rusia dan Suriah)

Dia menambahkan bahwa dalam memerangi ISIS “kemajuan penting telah dibuat,” meskipun “kita dihadapkan dengan sebuah organisasi yang sangat tangguh, oleh karena itu kita tidak boleh meremehkannya”.

Pengunjuk rasa di Italia bukanlah yang pertama menuduh Washington sebagai otak skenario ISIS. Salah satu mantan marinir AS juga telah menyalahkan akibat dari invasi AS ke Irak, dengan  berdiri khalifah atau Daesh.

“Saya tahu apa yang saya lihat adalah salah, saya tahu itu tidak bermoral, saya tahu itu tidak adil, aku tahu itu ilegal,” kata Vincent Emanuele kepada Russian Today pada bulan Desember 2015, dan menambahkan “Aku tahu bahwa kami akan membayar konsekuensi parah dari blowback seperti yang kita lihat dengan kelompok-kelompok seperti ISIS”. (Baca juga: Analis; Monarki Saudi Eksis Karena Dukungan AS)

Pada tahun 2012, Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) memperingatkan pemerintah bahwa “ada kemungkinan membangun sebuah kerajaan Salafi atau deklarasi khilafah di Suriah timur … dan ini adalah kekuatan pendukung yang diinginkan oposisi untuk mengisolasi rezim Suriah”.

Sementara, pemerintahan Obama membuat “keputusan yang disengaja” dengan mengabaikan peringatan itu, mantan Direktur DIA, Letnan Jenderal Michael Flynn mengatakan kepada Al-Jazeera pada bulan Agustus 2015. (ARN/AU/SOTT)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: