News Ticker

Surat Terbuka #DennySiregar Kepada Buruh

04 Februari 2016,

JAKARTA, SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Tokoh dunia maya Denny Siregar di situs webnya mengingatkan kembali kepada para buruh untuk berpikir lebih baik dan positif dalam setiap melakukan demonya.

Berikut tulisan Denny Siregar:

SURAT CINTA UNTUK MAS & MPOK BURUH

Wahai para buruh dimana saja. Untuk apa sebenarnya kalian demo? Demo kalian itu demo emosional. Menuntut pemerintah bertanggung-jawab terhadap tutupnya perusahaan kalian. Bukankah penyebab tutupnya kalian juga?

Sebenarnya, sekarang atau nanti sama saja. Kalian tetap akan di pecat juga.

Kenapa? Karena di era teknologi ini, lebih murah menggunakan robot daripada kalian. Robot tidak pernah demo, paling rusak sebentar. Robot tidak pernah minta naik gaji, ia bekerja sampai ia harus diupgrade lagi. Dan robot tidak seperti kalian, mereka tidak punya Kelompok Buruh Robot yang ketuanya duduk-duduk nyaman, kerjanya hanya demo, sambil ngutip dana iuran. (Baca juga: Denny Siregar: Taktik Jokowi Hadapi Para Srigala Kapitalis)

Jadi kalian sekarang demo, nanti demo lagi, trus nantinya lagi demo. Kalian ini sebenarnya buruh atau sales panci? Tetap saja posisi kalian lemah. Kalau pabriknya tutup kalian mau apa?

Sebenarnya yang kalian perlukan hanya perubahan mindset atau pola pikir.

Seharusnya sejak menjadi buruh, kalian sudah menolak untuk menjadi buruh. Buruh itu ikan paling kecil dalam kolam yang bernama perusahaan, apalagi perusahaan multinasional. Kalian tidak dianggap, tidak terlihat. Kalian hanya dipakai ketika bermanfaat. Jika tidak, kalian akan dibuang. Itu sudah hukum kapitalis dan kalian tidak bisa menentang itu, meski harus demo seribu kali pun. (Baca juga: Denny Siregar dan Kisah Pak Kardi Sang Inspirator)

Pergunakan waktu yang ada selama kalian menjadi buruh, untuk berfikir ulang, apa yang harus dilakukan? Itu namanya sedia payung sebelum hujan.

Tujuan kalian adalah menjadi wiraswastawan, seorang usahawan bukan melulu jadi karyawan. Kalian harus menjadi ikan besar meski kolamnya kecil, bukan sebaliknya. Itulah namanya kebanggaan.

Kebanggaan itu bukan karena kalian bekerja di perusahaan asing terkenal. Itu cuman gengsi yang semu. Kalau sudah dipecat, kalian kenyang makan gengsi?

Kebanggaan itu ketika kalian memulai usaha kecil dengan sakit dan pelan-pelan menjadi besar. Kalian bisa bercerita kepada anak cucu nantinya betapa kalian adalah seorang pejuang. Mengajari mereka arti hidup dan menghargai setiap lembar uang dari keringat yang dihasilkan. Itu yang dinamakan kekayaan. Kekayaan materi cepat hilang, tapi kekayaan pengalaman sifatnya abadi. (Baca juga: Denny Siregar: Langkah Si Kuda Troya “Jokowi”)

Jadi, apa yang akan kalian ceritakan nanti kepada anak cucu kalian? Bahwa ayahnya terus berdemo meminta kenaikan tunjangan? Demo lagi minta supaya jangan dirumahkan? Anak cucu kalian pasti akan bertanya, “Ayah ini sebenarnya kerja atau ikut karnaval?”

Kalian itu manusia yang seharusnya sarat dengan kebanggaan diri. Jadilah boss dari diri sendiri, atau jadi budak selamanya yang selalu was-was kapan giliranku harus hengkang? (Baca juga: Surat Terbuka Denny Siregar Kepada Istana dan Senayan)

Rubahlah pikiran kalian. Perbaiki mental kalian. Langkah apa yang kalian lakukan sekarang, akan menjadi catatan bagi anak cucu kalian. Kalian adalah tauladan mereka. Kalau kalian saja tidak bisa diharapkan, jangan salahkan anak kalian ga punya panutan. Akhirnya mereka jadi cabe-cabean ma terong-terongan. Mereka besarnya jadi buruh lagi, jadi buruh lagi. Ya gimana lagi, panutan mereka cuman cabe kering.. (Baca juga: Nasehat Denny Siregar Kepada Bos Media “Hary Tanoesoedibjo”)

Jangan takut miskin, karena miskin itu bagian dari perjalanan. Jangan takut tidak dipandang manusia lain, memangnya mereka siapa bisa mengukur-ukur kalian? Hanya penjahit yang bisa mengukur kalian. Cam-kan itu.

Akhir kata, saya hanya bisa kasih peribahasa : “Berakit-rakit dahulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, salahkan Jokowi kemudian.” Ayo sini, minum kopi ma Jessica.. Dia mau traktir kalian semua..

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: