News Ticker

Ali Valentino: Ketika Parpol Adu Gengsi dan Rakyat yang Menjadi Korban

05 Februari 2016,

JAKARTA, SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Dalam Akun Facebook Ali Valentino menuliskan sebuah analisa menarik tentang kegaduhan dan perlombaan Parpol Politik dalam mencari posisi buat kadernya di tempat-tempat yang basah dan menggiurkan. Berikut tulisan Ali Valentino:

Posisi yang paling menggiurkan dan paling diincar oleh parpol demi mendudukkan masing-masing kadernya adalah kursi DKI 1. Selain DKI adalah lahan basah, posisi ini juga menjadi ajang adu gengsi para petinggi parpol. Makanya mereka rela menarik para kadernya atau orang-orang yang sudah sukses memimpin dan memiliki nama harum di daerah untuk mereka usung menjadi DKI 1. (Baca juga: Denny Siregar dan ‘Tamparan’ Ustad AHOK)

Kang Emil dan Ibu Risma adalah contoh nyata bagaimana cara parpol memaksakan kehendaknya hanya demi memuaskan kepentingannya. Mereka tidak memikirkan nasib pembangunan kota Bandung atau kota Surabaya yang sedang pesat-pesatnya jika ditinggal oleh kedua pemimpinnya.

Dan bukan hanya nasib pembangunan di kedua kota itu saja, tetapi nasib karir salah satu diantara keduanya atau bahkan keduanya bila ternyata mereka berdua tumbang dalam kompetisi ini. Apalagi di atas kertas posisi Koh Ahok sudah di atas angin. (Baca juga: Denny Siregar dan Revolusi Ala AHOK)

Aku bukan sedang meninggikan Koh Ahok dan merendahkan pamor Kang Emil atau ibu Risma. Bagiku ketiga orang ini adalah putera dan puteri terbaik bangsa yang sama-sama hebatnya. Tetapi alangkah sayangnya bila diantara ketiga anak bangsa yang terbaik ini, dua diantaranya pasti akan tumbang dan membuat karirnya yang cemerlang harus kandas. Betapa kehilangannya rakyat Indonesia. Sementara negara kita krisis/kekurangan orang-orang seperti mereka.

Alangkah bagus komposisinya bila Kang Emil Jabar 1, Koh Ahok DKI 1, Pak Ganjar Jateng 1, Ibu Risma Jatim 1. Dengan komposisi seperti ini, tentu masyarakat di daerah-daerah lain akan terpacu pula untuk mencari pemimpin yang terbaik guna memajukan dan mensejahterakan daerahnya masing-masing. (Baca juga: Dua Pemimpin Fenomenal Anak Negri ‘JOKOWI-AHOK’ Beda Karakter)

Tipe pemimpin korup seperti yang terjadi di Medan sudah sepatutnya menjadi pelajaran, telitilah dahulu sebelum memilih pemimpin apalagi dari Fartai “Nganu”… Alamaak keceplosan aku… Tapi gimana ya.. Ma’af ya sahabat Medan.. Jadi nggak enak saiya..hahaha…Fiiisss.. (Baca juga: Akhirnya Gubernur Sumut Kader PKS Gatot Pujo Ditahan KPK Malam Ini). (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: