News Ticker

Saudi Siap Invansi Suriah, Genderang Perang Dunia Ketiga Ditabuh

5 Februari 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi menyuarakan kesiapannya berpartisipasi dalam operasi darat di Suriah, jika koalisi pimpinan AS memutuskan untuk memulai operasi darat mereka untuk memerangi teroris ISIS. [Baca juga; Dana Saudi Mengalir ke ISIS dan Jabha Nusra, Al-Qaidah Kalah Pamor]

“Kerajaan Saudi siap berpartisipasi dalam operasi darat bersama koalisi anti-terori di Suriah”, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, Penasihat Menteri Pertahanan Arab Saudi, mengatakan kepada TV Arabiya pada hari Kamis (4/02).

Asseri mengatakan Arab Saudi telah melakukan lebih dari 190 misi udara sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS di Irak. [Baca juga; Saudi Akui Habiskan Multi Miliar Dolar Untuk Dana al-Qaeda]

Dia mengatakan bahwa untuk mengalahkan teroris ISIS, koalisi pimpinan AS perlu meningkatkan serangan udara dengan operasi darat.

“Jika ada konsensus dari pimpinan koalisi, kerajaan Saudi bersedia berpartisipasi dalam upaya ini, karena kami percaya bahwa operasi udara bukan solusi yang ideal dan harus ada campuran operasi udara dan darat”, kata Asseri. [Baca juga; TERUNGKAP! Bantuan Saudi dan CIA Untuk Teroris Jauh Lebih Besar Dari Yang Pernah Diperkirakan]

Ditanya tentang pernyataan Saudi baru-baru ini, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington mengapresiasi kesediaan Arab Saudi untuk terlibat dalam memerangi ISIS, dan menambahkan,”Saya tidak ingin berkomentar secara khusus mengenai ini sampai kami punya kesempatan untuk meninjaunya”. [Baca juga; AS Frustasi Atas Pembebasan Kota Nubl dan Al-Zahra]

Arab Saudi adalah anggota dari koalisi pimpinan AS yang telah melakukan serangan udara terhadap apa yang diklaim sebagai posisi teroris di dalam wilayah Suriah tanpa otorisasi dari Damaskus atau mandat PBB sejak September 2014.

Serangan udara di Suriah merupakan perpanjangan dari kampanye udara yang dipimpin AS terhadap posisi ISIS di Irak, yang dimulai pada bulan Agustus tahun 2014.

Serangan yang dipimpin AS pada banyak kesempatan telah menarget infrastruktur, gurun kosong, posisi tentara Suriah atau warga sipil, dan telah menyebabkan warga sipil tewas.

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan dalam sebuah wawancara pada Maret 2015, bahwa kampanye militer pimpinan AS tidak bertujuan untuk “menyingkirkan” ISIS dan teroris lainnya, mereka justru ingin memperkuat posisi teroris di Suriah.  [Baca juga; Bashar Assad Sentil Negara-Negara Barat Yang Mendukung Teroris di Suriah]

Washington dan sekutu regionalnya, termasuk Turki dan Arab Saudi, telah mendukung militan melawan pemerintah Suriah. Sejak konflik Suriah dimulai pada tahun 2011, mereka telah menyediakan bantuan militer dan keuangan kepada militan yang dituduh melakukan kejahatan perang mengerikan terhadap warga sipil. [Baca juga; DAHSYAT… Badan Keamanan Rusia Bongkar Aliran Dana ISIS di Irak dan Suriah]

Kelompok-kelompok teroris di Suriah dipengaruhi oleh Wahhabisme, ideologi radikal yang mendominasi Arab Saudi.

Benarkah Saudi ingin perangi ISIS di Suriah?

Pernyataan penasehat Kementerian Pertahanan Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri bukan tanpa koordinasi dengan AS. Pernyataan itu seirama dengan pernyataan John Kerry dan Erdogan yang menuduh Rusia dan Suriah berusaha menyelesaikan konflik di negara itu dengan operasi militer, dan berusaha menggagalkan dialog yang sedang berlangsung di Jenewa. [Baca juga; AS Frustasi Atas Pembebasan Kota Nubl dan Al-Zahra]

Pernyataan John Kerry dan Erdoga keluar setelah mereka mengetahui kelompok teroris yang didukungnya mengalami kekalahan besar. Patahnya blokade kota Nubl dan Al-Zahra membuat AS dan Erdogan gusar, dan tamparan menyakitkan bagi Barat dan negara-negara yang mendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah.

Nubl dan Al-Zahra adalah kota kunci yang menghubungan para teroris dengan daerah-daerah lain yang dikuasainya, artinya dengan jatuhnya kota kunci tersebut maka terputuslah jalur pasokan senjata dan logistik. Tentu kondisi ini akan memperlemah para teroris, dan agenda mereka untuk menggulingkan Assad hanya isapan jempol saja. [Baca juga; TERIMA KASIH ASSAD…Masyarakat Nubl dan al-Zahra Turun ke Jalan Rayakan Kebebasan]

Kondisi ini tentu tidak akan dibiarkan oleh AS dan sekutu mereka yang menginginkan Assad mundur. Salah satu upaya yang akan mereka mainkan adalah menceburkan Arab Saudi dalam konflik Suriah, untuk memancing konfrontasi antara Suriah dan Saudi sehingga koalisi dapat bergerak bebas untuk ikut dalam konfrontasi itu. Sebenarnya, Turki dan Israel telah berkali-kali melakukan serangan udara ke wilayah Suriah, namun usaha mereka tidak berhasil memancing amarah Suriah, sehingga perang yang mereka ingin belum juga terjadi. [Baca juga; ISIS Dalam Permainan Sinis Barat Untuk Lindungi Zionis]

Jika ini benar-benar terjadi, maka konfrontasi Suriah dan Saudi akan membuka gerbang perang dunia ketiga. Koalisi pimpinan AS akan ikut bermain dalam perang ini, dan Rusia tidak akan membiarkan Suriah dihajar koalisi. [Baca juga; Rusia; Film Perang Dunia Ketiga Provokasi Berbahaya] [ARN/AU/Ptv]

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

3 Comments on Saudi Siap Invansi Suriah, Genderang Perang Dunia Ketiga Ditabuh

  1. Hilang akal sudah…kita kaum muslim mau aja dipecah belah oleh pembenci islam…

  2. GrandiosoHameed // Feb 5, 2016 at 11:40 pm // Balas

    Saudi ini aneh sekali, yaman negara kecil dan miskin pula tak mampu ia taklukkan bahkan saudi mulai kekurangan dana untuk pilot pesawat tempur dan tentara sewaan blackwater dari negara asing yg harus dibayar, apalagi klo smpai masuk ke syria, bisa brabe dan kapiran urusannya…lha wong saudi gk becus perang, ngebidik kepala musuh paling yg kena jempol kaki lawan, kayak yg terjadi di yaman…tentara koalisi sendiri dibom, pastinya om putin dan om assad ngalkak…jahahaaaaa.

  3. rezim saudi // Feb 14, 2016 at 1:00 pm // Balas

    Beraninya obok2 sesama muslim, pengecut sama zionis…kedzaliman nyata saudi arab dan konconya…yaman, suriah dihancurkan, tempat bersejarah umat islam dirusak…melampaui batas…

1 Trackback / Pingback

  1. Campur Tangan Militer Saudi di Suriah Adalah Deklarasi Perang | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: