Serangan Udara Rusia Lumat Militan “Moderat” Selama 36 Jam di Utara Homs

6 Februari 2016

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Rusia kembali melakukan kampanye udaranya di Suriah, sejak awal keikutsertaannya dalam operasi anti-teroris.

Kini hari terburuk bagi militan “moderat” di Suriah, bahkan Washington Post melaporkan bahwa Al-Nusra dan kelompok moderat kalah perang dan mencari jalan keluar. Angkatan Bersenjata Suriah telah mengepung Aleppo, sementara Rusia membuka jalan bagi serangan baru di utara Homs. Dengan “membuka jalan”, kita benar-benar berada dalam “36 jam serangan udara Rusia tanpa henti”, kata komandan militan moderat kepada Washington Post pada Jum (5/02). [Baca juga; AS Frustasi Atas Pembebasan Kota Nubl dan Al-Zahra]

Selama 36 jam penuh, Angkatan Udara Rusia membombardir pertahanan pemberontak moderat di Homs utara. Sementara Angkatan Darat Suriah, Divisi-47, Brigade Tank ke-11 dan Angkatan Pertahanan Nasional (NDF) mempersiapkan diri untuk menyerang desa-desa penting dari Harbinifseh dan Kisseen yang terletak di sepanjang Sungai Orontes. [Baca juga; Teroris Akui Kekalahan Besar Mereka di Aleppo]

Menurut seorang pejabat senior dari Angkatan Darat Suriah, serangan udara Rusia ke wilayah Homs utara merupakan bagian dari kampanye udara terbesar yang diluncurkan oleh Federasi Rusia sejak munculnya partisipasi mereka dalam Konflik Suriah. [Baca juga; Perjalanan Saksi Mata….Kembalinya Kehidupan di Homs, Suriah]

Sementara itu, Media Barat terus melakukan propaganda busuk dengan menuduh Rusia dan Assad sengaja menggagalkan pembicaraan damai di Jenewa. [Baca juga; Blok Oposisi Suriah Ancam Tinggalkan Negoisasi Jenewa]

Kenyataannya adalah Barat dan negara-negara Arab yang mengingin kelompok teroris berada dalam meja perundingan, yang (memang seharusnya) tidak dapat diterima oleh Moskow. Dan kenyataannya perwakilan teroris sendiri yang membuat kegaduhan dalam pembicaraan damai di Jenewa, seperti yang diungkap utusan PBB. [Baca juga; De Mistura; Kegaduhan Oposisi Suriah Bisa Gagalkan Pembicaraan Damai]

Sepertinya Rusia telah menemukan cara yang lebih efektif, negosiasi dengan Al-Nusra dan Ahrar Al-Sham dengan memberikan pilihan; Menyerah atau menjadi debu. [Baca juga; Sektarian, Propaganda Wahabi Saudi dan AS yang Dimainkan di Suriah] [ARN/AU/Sott]

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: