News Ticker

Konspirasi Saudi-Barat Gagalkan Pembebasan Nubl dan al-Zahra Berkedok Perundingan Jenewa

“Ini adalah awal dari akhir kehadiran teroris di Aleppo, setelah 4 tahun perang dan teror. Orang-orang akhirnya dapat melihat akhir dari drama panjang ini”. kata Edward Dark, Twitter, Moon of Alabama.

07 Februari 2016

SURIAH, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah upaya terakhir untuk menghentikan serangan militer Rusia di Nubl dan Al-Zahra, Suriah, berakhir dengan kegagalan pada Rabu (3/02). Ketika tentara Suriah (SAA) yang didukung oleh Angkatan Pertahanan Nasional (NDF) dan dukungan serangan udara Rusia berhasil mendobrak pengepungan 40 bulan desa Nubl dan al-Zahra, Provinsi Aleppo. Pemerintahan Obama berharap bahwa hal itu bisa dicegah dengan perjanjian gencatan senjata sebelas jam di tengah pembicaraan damai Jenewa. Tapi ketika berita unit tentara Suriah berhasil menghancurkan pertahanan al Nusra dan memaksa jihadis untuk mundur, utusan PBB Staffan de Mistura diam-diam menangguhkan perundingan dan mengakui bahwa misi telah gagal. [Baca juga; AS Frustasi Atas Pembebasan Kota Nubl dan Al-Zahra]

Konspirasi-AS-Turki-Di-Suriah

“Saya telah mengatakan dari hari pertama bahwa saya tidak akan omong kosong,” utusan PBB kepada wartawan, dan menambahkan bahwa ia membutuhkan bantuan segera dari koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Rusia, yang mendukung sisi berlawanan dalam perang Suriah, yang juga telah ditarik dalam kekuatan-kekuatan regional”, Reuters mengutip perkataan de Mistura.

De Mistura kemudian mengumumkan “gencatan senjata sementara” yang diusulkan saat negosiasi telah gagal total. Perkembangan di medan perang telah meyakinkan diplomat Italia-Swedia, untuk menuduh pemerintah Suriah mempengaruhi solusi melalui cara-cara militer. [Baca juga; De Mistura; Kegaduhan Oposisi Suriah Bisa Gagalkan Pembicaraan Damai

]

Setelah berbulan-bulan menyisir target posisi musuh di seluruh Suriah, strategi Rusia sudah mulai berbuah. Pasukan darat loyalis telah membuat langkah besar di medan perang disaat para pemberontak lelah di hampir semua bidang. Daerah-daerah di perbatasan Turki yang sebelumnya dikuasai teroris, sekarang di bawah kendali SAA.Sementara pembom Rusia di mana-mana terus menimbulkan kerugian besar pada demoralisasi militan anti-rezim Suriah.

Serangan dahsyat di dua kota strategis “Nubl dan Zahraa” merupakan manuver berani yang memutuskan jalur ke Turki. Sementara itu, pemutusan jalur terori dengan Turki telah membuat ratusan teroris terdampar di sebuah (daerah) babak belur tanpa jalan keluar. [Baca juga; AS Frustasi Atas Pembebasan Kota Nubl dan Al-Zahra]

Selama dua minggu terakhir, tim Obama telah mengikuti perkembangan dua kota Nubl dan Al-Zahra, dan mengkhawatirkannya. Inilah sebabnya mengapa Menteri Luar Negeri John Kerry buru-buru berkumpul untuk melakukan misi diplomatik, dan mengadakan pembicaraan damai darurat di Jenewa meskipun fakta menyebutkan berbagai peserta bahkan tidak bersedia hadir.

Rasa panik terlihat jelas dari awal setelah tentara Suriah berjanji akan membebaskan kota Nubl dan Al-Zahra dalam waktu 48 jam. Majalah Foreign Policy mencatat bahwa pembebasan kota Nubl dan Al-Zahra dari pengepungan teroris sama saja dengan membebaskan seluruh Provinsi Aleppo. Pembebasan dua kota itu menyebabkan jalur pasokan senjata, logistik dan bahan bakar tertutup dan hanya menyisakan satu saja untuk mengangkut senjata. [Baca juga; TERIMA KASIH ASSAD…Masyarakat Nubl dan al-Zahra Turun ke Jalan Rayakan Kebebasan]

Ketika pasukan loyalis Assad mematahkan blokade di Bab al Hawa, Timur Laut Aleppo. Maka jalur pasokan senjata tertutup, primeter akan diperketat, kuali akan dipecah menjadi kantong-kantong kecil di dalam kota, dan teroris akan memilih antara menyerah atau mati.

Kemenangan gemilang pada Rabu (3/02) oleh koalisi pimpinan Rusia adalah tanda bahwa hari itu mereka berhasil mematahkan semua rencana teroris dan Barat di tanah Suriah.

Perlu dicatat, bahwa seorang rekan senior di Brookings Institution, Michael O’Hanlon – yang berencana untuk “mendekonstruksi Suriah” dengan menggunakan “unsur-unsur moderat” untuk “menghasilkan zona otonom” – yang diusulkan oleh Obama dan Kerry, “tidak mengejar pembicaraan damai Suriah, tetapi untuk mengeksplorasi model konfederasi dan mencari dukungan dari banyak pemain kunci dan sekutunya”. [Baca juga; Operasi Rahasia AS, Inggris, Perancis di Suriah]

Dengan kata lain, arsitek utama dari AS berencana untuk memecah Suriah menjadi daerah-daerah yang lebih kecil (yang dikendalikan oleh milisi lokal, panglima perang dan jihad), rencana pembicaraan damai yang “ditakdirkan” dari awal. Menurut O’Hanlon, AS perlu menurunkan “20.000 tentara” untuk menjaga pendudukan.

Analis Brookings mengatakan bahwa “Setiap gencatan senjata yang diusulkan Kerry … dibangun di atas dasar pasir”. Itu berarti tidak akan ada cara untuk menegakkan penyelesaian akhir dan tidak ada tentara yang cukup kuat untuk membangun otoritas baru “kesatuan” pemerintah. [Baca juga; Kerry dan Raja Salman Bersumpah Akan Banjiri Suriah Dengan Teroris]

Konspirasi-Koalisi-Pimpinan-AS-Di-Suriah

O’Hanlon menyatakan elite Barat terpecah atas Suriah. AS masih menginginkan intervensi lebih. Lebih besar keterlibatan AS, Uni Eropa, Arab Saudi dan NATO, serta sekutu mereka untuk menduduki negara itu dalam kurun waktu yang belum ditentukan. Sebaliknya, pemerintahan Obama ingin meminimalkan komitmennya ketika mencoba mati-matian untuk meredam kritik.

Itu berarti masalah Suriah bisa muncul kembali lagi di masa depan ketika Obama mundur dan presiden baru mengejar strategi yang lebih berotot. Sejumlah orang yang kuat dalam pemerintahan AS selanjutnya akan kembali mencoba mem-partisi Suriah dan menginstal boneka AS di Damaskus, dan itu tidak akan berubah.

Koalisi pimpinan Rusia memiliki jendela kecil untuk menyimpulkan operasinya, menghilangkan teroris, dan membangun kembali keamanan di seluruh negeri. Mengakhiri perang secepat mungkin, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi para pengungsi Suriah untuk kembali ke rumah mereka, adalah cara terbaik untuk mengurangi ancaman eskalasi dan mencegah masa depan petualangan AS. Tapi Putin harus bergerak cepat untuk merealisasikan rencana tersebut. [ARN/AU]

Kutipan dari: Deconstructing Syria: A new strategy for America’s most hopeless war Mendekonstruksi Suriah: Sebuah strategi baru perang Amerika yang putus asa“, Michael O’Hanlon, Brookings Institute.

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: