News Ticker

Rusia Minta Swedia-Inggris Patuhi PBB Bebaskan Julian Assange.

07 Februari 2016,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Moskow berharap bahwa Swedia dan Inggris akan memperhatikan dan menindak lanjuti rekomendasi PBB untuk menghormati hak kebebasan bergerak Julian Assange. Permintaan Moskow ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Jumat (05/02).

“Kami berharap bahwa pemerintah Swedia dan Inggris akan memperhatikan pendapat kelompok kerja PBB dan akan mencatat rekomendasi mereka untuk menghormati hak kebebasan bergerak Julian Assange dan mengkompensasi kerusakan yang ditimbulkan oleh pelanggar hukum terhadapnya,” ungkap kementerian itu dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip TASS. (Baca juga: Assange Divonis Bebas Tim Panel PBB)

“Kementerian Luar Negeri Rusia telah mempelajari informasi yang dikeluarkan tim Panel PBB mengenai Penahanan Sewenang-wenang (WGAD) yang telah resmi diakui sebagai tindakan melanggar hukum atas penahanan panjang pendiri WikiLeaks, Julian Assange,” tambah pernyataan tersebut.

“Para ahli terkemuka PBB telah tiba pada kesimpulan yang adil bahwa pihak berwenang di Swedia dan Inggris yang meluncurkan penuntutan terhadap Assange telah melanggar sejumlah komitmen pada perjanjian hak asasi manusia internasional, termasuk larangan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi, hak atas pengadilan yang adil dan tidak memihak ; hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi serta kebebasan bergerak dan pilihan bebas menenukan tempat tinggal, “kata Kementerian Luar Negeri Rusia. (Baca juga: Inggris Halangi Assange Jalani Pemeriksaan Medis Di Rumah Sakit London)

Assange telah bersembunyi di kedutaan Ekuador, London, sejak 2012 karena terancam diekstradisi ke Swedia dan kemudian ke Amerika Serikat. Assange menjelaskan kasus pidana terhadapnya sengaja dipolitisir. Ia mengatakan bahwa Amerika menggunakan hal itu sebagai dalih untuk bisa mengekstradisinya ke Amerika Serikat dan menghadapi pengadilan atas tuduhan mendistribusikan dokumen rahasia.

Panel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan pernyataan resmin bahwa pendiri WikiLeaks, Julian Assange, harus dibebaskan. Selain dibebaskan, panel menyatakan, Assange berhak mendapatkan kompensasi dari pemerintah Inggris dan Swedia. (Baca juga: Julian Assange; Eropa Harus Lawan Spionase AS)

“Assange ditahan semena-mena oleh pemerintah Swedia dan Inggris,” demikian pernyataan Panel PBB, seperti dikutip dari AFP, Jumat, 5 Februari 2016. Maka, panel menilai penahanan Assange harus diakhiri dan diberi kompensasi atas tindakan semena-mena yang diterimanya.

Keputusan panel itu langsung disanggah serta ditolak pihak Inggris dan Swedia. Mereka menganggap putusan panel tidak mengikat dan tidak memiliki kekuatan hukum. “Ini tidak mengubah apa pun, kami menolak klaim bahwa Julian Assange ditahan semena-mena,” ujar pernyataan resmi dari pemerintah Inggris. Mereka berencana tetap menangkap Assange ketika dia meninggalkan Kedutaan Ekuador. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: