News Ticker

Teroris Gunakan Senjata AS Untuk Membunuh Pejabat Militer Rusia

08 Februari 2016,

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Bukti baru menunjukkan bahwa militan yang didukung AS di Suriah menggunakan senjata Amerika untuk menargetkan para pejabat militer Rusia, sebuah laporan baru mengatakan.

Tentara Pembebasan Suriah (FSA) baru-baru ini merilis rekaman video yang menunjukkan rudal anti-tank BGM-71 TOWS ditembakkan pada atap di mana militer tak dikenal telah berkumpul, menurut laporan Daily Beast. (Baca juga: Barat Kehilangan Tentara Bayaran, Rusia Bantu Tentara Suriah Hadapi Invansi Turki)

video mengidentifikasi target sebagai militer Rusia tetapi tidak mengungkapkan lokasi yang tepat dari serangan, selain tempat di dekat pantai Suriah.

Bangunan ini diyakini terletak di kota pesisir Latakia, di mana Rusia telah membangun basis operasi dan lapangan udara untuk melaksanakan serangan udara dan tembakan artileri terhadap Daesh (ISIS) atas permintaan Presiden Bashar al-Assad.

Laporan itu mengutip sumber-terbuka intelijen, oposisi Suriah, Turki, dan sumber-sumber Rusia sebagai bukti bahwa setidaknya satu pejabat militer berpangkat tinggi Rusia telah tewas sejak awal kampanye udara Moskow di Suriah.

Sekitar satu jam setelah video pertama kali dirilis, kantor berita TASS melaporkan bahwa seorang perwira Rusia yang menjadi penasehat tentara Suriah telah tewas di Suriah akibat dari serangan mortir teroris ISIS di sebuah garnisun militer. (Baca juga: Ramzan Kadyrov: Barat dan AS Akan Selalu Buat Kekacauan di Dunia)

Beberapa jam kemudian, kelompok oposisi yang dikenal sebagai Pasukan Revolusioner Suriah mengungkap bahwa serangan itu terjadi di wilayah pegunungan Jabal al-Akrad, distrik Salma, Provinsi Latakia. Dimana tentara Suriah mencetak kemenangan besar melawan teroris.

Kemudian, kelompok pro-oposisi bernama Komite Koordinasi Lokal melaporkan koordinat yang tepat dari serangan itu, dan mengatakan “15 militan, termasuk 3 perwira Rusia dan 4 pasukan Suriah” telah dibunuh oleh TOW di Marj Khawkha, sebuah desa di luar idstrik Salma, di mana laporan media telah mengkonfirmasi kehadiran pasukan Rusia. (Baca juga: Diplomasi Dungu Saudi dan Amerika di Suriah)

Kantor berita Anadolu juga menegaskan laporan tersebut, dan menyebutkan bahwa empat jenderal Rusia termasuk di antaranya 15 pejabat tewas dalam serangan Jabal al-Akrad.

Para pejabat militer Rusia dan Amerika sejauh ini menolak untuk mengomentari serangan mematikan itu. (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: