News Ticker

Arab Saudi dan NATO Bahas Penyebaran Pasukan di Suriah

09 Februari 2016,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Arab Saudi dikabarkan siap untuk membahas usulan Riyadh untuk pengiriman pasukan ke Suriah dengan dalih memerangi teroris ISIS Takfiri.

Kantor berita Al-Arabiyah mengutip sumber dari NATO, melaporkan pada hari Senin (8/02) bahwa Menteri Pertahanan Saudi Mohammad Bin Salman dijadwalkan akan menghadiri pertemuan aliansi militer Barat di Brussels pekan ini untuk mengadakan pembicaraan tentang rencana Riyadh “intervensi darat di Suriah”. (Baca juga: Kemenlu Rusia: Turki dan NATO “Berandalan” Suriah)

Pertemuan akan dihadiri oleh negara-negara anggota dari koalisi pimpinan AS yang konon melancarkan serangan ke posisi-posisi ISIS di Suriah.

Para peserta juga dijadwalkan bertukar pandangan mengenai kinerja “Koalisi Islam” yang dibentuk oleh rezim Saudi pada Desember lalu dengan agenda melawan “terorisme global,” menurut Arabia’s News 24.

Pekan lalu, para pejabat militer Arab Saudi mengumumkan bahwa kerajaan siap untuk mengirim pasukan darat ke Suriah jika koalisi yang dipimpin AS memutuskan untuk memulai operasi tersebut. (Baca juga: Rizal Assad: Saudi Bentuk Aliansi “Pro” Terorisme dan Ekstrimisme)

Meskipun langsung mendapatkan sambutan dari pimpinan koalisi “Amerika Serikat”, namun bukan berarti rencana itu tidak menuai kritik terutama pemerintah Damaskus dan Rusia yang menentang keras.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem mengutuk inisiatif dan gagasan Saudi, dan mengatakan “peti mati” menunggu para agresor di tanah Suriah, baik itu Saudi atau Turki”.

Rusia juga telah memperingatkan Arab Saudi bahwa setiap operasi darat di Suriah tanpa persetujuan pemerintah Damaskus adalah deklarasi perang dan akan mendapat jawaban mematikan. Moskow juga mengatakan NATO yang harus disalahkan atas runtuhnya pembicaraan damai dan ketegangan yang tumbuh di negara Arab. (Baca juga: Bashar al-Assad; Tindakan Rusia di Suriah Juga Untuk Lindungi Eropa)

Arab Saudi bersama dengan anggota aliansi yang dipimpin Washington, telah menjadi pendukung setia militan bersenjata yang beroperasi di Suriah untuk menggulingkan Presiden Bashar Assad sejak awal 2011.

Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh Soufan Group, sebuah think tank berbasis di New York yang menyediakan layanan strategis dan intelijen keamanan, mengatakan “sekitar 2.500 teroris yang saat ini terlibat dalam militansi mematikan di Suriah dan Irak adalah warga negara Arab Saudi”. (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: