News Ticker

Kontroversial: Angela Merkel Ingin Kerahkan Pasukan NATO ke Pantai Turki

10 Februari 2016,

BERLIN, ARRAHMAHNEWS.COM – Kanselir Jerman Angela Merkel ingin mengirim pasukan NATO ke pantai Turki dalam rangka mendukung Turki dalam memerangi perdagangan ilegal. Namun, tidak jelas apakah peningkatan kehadiran militer berhubungan dengan eskalasi konflik di Suriah? surat kabar Jerman Deutsche Wirtschafts Nachrichten (DWN) melaporkan.

Jerman dan Turki akan mendorong mobilisasi NATO dalam memerangi perdagangan ilegal di pantai Aegean, tulis koran Jerman. [Baca juga; Arab Saudi dan NATO Bahas Penyebaran Pasukan di Suriah]

Pada pertemuan para menteri pertahanan NATO pekan ini, mereka berencana membahas “sejauh mana NATO dapat membantu dalam memantau situasi di laut, mendukung protex dan penjaga pantai Turki,” kata Kanselir Angela Merkel pada Senin setelah berkonsultasi dengan rekan nya, Ahmet Davutoglu di Ankara. [Baca juga; Rusia Dapat Kalahkan NATO dan AS Kurang dari Tiga Hari]

Merkel juga mengumumkan rencana untuk melaksanakan operasi polisi gabungan Jerman dan Turki di “perbatasan ilegal” Turki. Operasi antara lain akan ditujukan untuk meneliti bagaimana penjaga pantai Turki dan lembaga perbatasan Uni Eropa bisa berkoordinasi dengan baik.

Menurut surat kabar tersebut, tujuan sebenarnya dari inisiatif baru dan kehadiran NATO di wilayah tersebut, masih belum jelas. [Baca juga; Rusia Ancam NATO Agar Tidak Ikut Campur Urusan Kami dan Turki]

Surat kabar itu juga menyebutkan bahwa Merkel akhir-akhir ini mengkritik operasi Rusia di Suriah utara dan menyalahkan itu karena mendorong munculnya gelombang baru pengungsi. Kanselir Jerman juga mengutuk serangan Angkatan Udara Rusia dan tentara Suriah di dekat kota Aleppo dengan kata-kata yang tajam:

“Dalam beberapa hari terakhir, kita tidak hanya khawatir, tetapi juga terkejut pada penderitaan puluhan ribu orang yang disebabkan oleh bombardir Rusia,” Merkel menyatakan pada hari Senin (8/02) di Ankara setelah bertemu dengan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu.

Sejak kampanye udara pada akhir September lalu, Rusia telah melakukan ribuan serangan mendadak terhadap sasaran teroris, melumpuhkan infrastruktur ISIS dan menghilangkan banyak teroris. Beberapa media Barat telah mengkritik operasi Rusia di Suriah, dan mengklaim bahwa serangan Angkatan Udara Rusia telah mengakibatkan kematian ratusan warga sipil. Namun, laporan tersebut belum dikonfirmasi oleh bukti-bukti  yang akurat atau masih sebatas klaim belaka. [Baca juga; Perbandingan Kampanye Udara Rusia dan AS di Suriah] (ARN)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: