News Ticker

Intervensi Saudi Merubah Peta Perang di Suriah

11 Februari 2016,

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Surat kabar Inggris “Finansial Times” dalam artikelnya menegaskan rencana Arab Saudi yang akan mengirim pasukan darat ke Suriah dan tujuan dibalik penyebaran pasukan di negara itu. Jika rencana itu dijalankan, maka rencana lain yakni “menyingkirkan Bashar Assad” akan ter-realisasi.

Surat kabar Finansial Times dalam artikelnya dengan judul “Masa depan Suriah di tangan negara-negara tetangga” menulis; sejak Rusia melakukan operasi udara di Suriah pada akhir September lalu, Moskow menanti kemenangan yang saat ini diraih oleh pasukan Suriah di Aleppo. Surat kabar itu juga menambahkan tujuan serangan udara Rusia adalah menumpas kelompok-kelompok teroris bersenjata yang menentang Presiden Bahsar Assad, dan mengembalikan stabilitas. (Baca juga: Dahlan Iskan Berbicara Peta Baru Amerika dan Timur Tengah)

Finansial Times menulis kami tidak mengira Suriah akan lebih cepat mendapatkan kemenangan, karena kelompok-kelompok yang tidak senang dengan keberhasilan di Aleppo (seperti Turki dan Arab Saudi) akan ikut mengintervensi Suriah.

Artikel itu juga menambahkan jika hal itu terjadi, maka perang akan kembali berkobar di Suriah, dan akan berubah menjadi pertempuran pertama dalam kompetisi global untuk menancapkan pengaruh dan kekuasaan di negara itu. Sebuah persaingan global yang telah dihentikan sejak 25 tahun lalu. (Baca juga: Perubahan Pemerintahan Di Suriah Akan Jadi Petaka Untuk Seluruh Kawasan)

Surat kabar itu dalam lanjutan artikelnya memaparkan beberapa pertanyaan, seperti Apakah Turki dengan pasukan daratnya akan memasuki tanah Suriah, untuk menginvansi wilayah Kurdistan? Mungkinkah Turki akan membombardir daerah-daerah di Suriah? Apakah Arab Saudi benar-benar akan memerangi teroris atau menarget tentara Suriah, Hizbullah dan tentara Rusia? Apakah Rusia akan mengerahkan pasukan yang lebih besar ke Suriah? Bagaimana sikap yang akan diambil Rusia terkait negara-negara yang ingin menginvansi Suriah? Jika Rusia mengalami kerugian besar yang disebabkan oleh Turki, apa reaksi Rusia? Apakah Rusia akan menghancurkan tank-tank Turki dan menjatuhkan jet-jet Turki dengan rudal anti pesawat S-400? Apakah Rusia akan mempersenjatai orang-orang Kurdi Turki? Jika semua peristiwa ini terjadi, apakah NATO akan mengambil tindakan melindungi anggotanya? (Baca juga: Perbandingan Kampanye Udara Rusia dan AS di Suriah)

Finansial Times menegaskan jika semua pertanyaan-pertanyaan itu benar-benar terjadi, maka struktur dunia akan benar-benar berubah. Saat ini Suriah serupa dengan situasi di Spanyol pada dekade 30 an.

Surat kabar itu diakhir artikelnya menyingung perundingan damai di Jenewa untuk mencari solusi krisis Suriah setelah diterpa perang mematikan selama 5 tahun. Akantetapi kemenangan Suirah di Aleppo, diumumkan sebagai penyebab kegagalan negosiasi damai di Jenewa. Sementara, sebelumnya tidak pernah ada kesepakatan gencatan senjata selama perundingan berlangsung. mungkin saja, jika kelompok teroris yang menang di Aleppo dan tentara Suriah berhasil dipukul mundur, negosiasi akan tetap berlangsung di Jenewa.

Timur Tengah telah memasuki era baru, yang memungkin terjadinya perang besar di kawasan dan berlangsung hinga 20 tahun kedepan, yang diramalkan akan membakar seluruh kawasan dan kemungkinan kecil akan terjadi perdamaian atau gencatan senjata. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: