News Ticker

Rusia; Sistem Perisai Rudal AS Dapat Memicu Perlombaan Senjata

11 Februari 2016,

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Rusia telah memperingatkan penyebaran sistem perisai rudal di Korea Selatan oleh AS, karena hal itu dapat memicu “perlombaan senjata” di kawasan Asia.

“Munculnya unsur-unsur sistem pertahanan rudal global AS di wilayah Asia -yang ditandai dengan situasi keamanan yang sangat sulit- bisa memprovokasi perlombaan senjata di Timur Laut Asia dan menyulitkan penyelesaian masalah nuklir di semenanjung Korea,” kata pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, yang dikutip RT Rabu (10/02). (Baca juga: Putin; Rusia Kembangkan Senjata Untuk Lawan Perisai Anti-Rudal AS)

Pekan lalu, Washington dan Seoul mengumumkan pembicaraan resmi atas pembangunan Terminal High Altitude Area Pertahanan (THAAD) sebagai reaksi terhadap rudal baru Korea Utara dan uji coba nuklir.

“Pada skala yang lebih global, langkah ini dapat meningkatkan pengaruh yang merusak dari sistem pertahanan rudal global AS pada keamanan internasional dan stabilitas kawasan Asia” lanjut pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa tindakan Pyongyang “tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melakukan kecaman keras”, tapi Washington sengaja menggunakan tindakan seperti itu, sebagai dalih untuk meningkatkan pembangunan militer di kawasan itu. (Baca juga: Rusia Kerahkan Sistem Pertahanan Rudal ke Suriah)

Washington menyatakan bahwa sistem rudal diperlukan untuk melawan kemajuan program rudal balistik Korut.

Terlepas dari Moskow, Beijing juga bersikeras menentang penyebaran sistem THAAD, yang mencakup rudal pencegat, peluncur truk-mount, pesan radar, dan link komunikasi global, akan menciptakan ketidakstabilan di wilayah Asia, kantor berita Xinhua News melaporkan. (Baca juga: China Tes Kendaraan Hipersonik Berkemampuan Nuklir)

Bulan lalu, Korea Utara melakukan uji coba nuklir keempat, dan pada hari Minggu (7/02) berhasil meluncurkan roket jelajah jarak jauh yang diklaim untuk menempatkan satelit observasi bumi ke orbit. Namun, AS dan Korea Selatan mengecam langkah itu sebagai kamuflase untuk uji coba rudal balistik antar benua.

Pyongyang telah berada di bawah sanksi PBB atas uji coba nuklir dan rudal balistik. AS dan Korea menuduhnya rudal-rudal balistik tersebut bertujuan untuk memberi hulu ledak nuklir. (ARN)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: