News Ticker

#DennySiregar dan Perang Ahok di ‘Pasar Cinta Semalam’ Kalijodo

13 Februari 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, yang merupakan tempat hiburan malam, rencananya akan ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menyebut Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana dan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian siap membantunya membongkar lokalisasi Kalijodo. Pasukan Kodam Jaya pun siap bergerak jika sudah mendapat perintah.

“Personel sudah siap, kita punya 15 ribu pasukan. Tinggal berapa yang dibutuhkan, kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ungkap Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa, Jumat (12/2/2016) malam, seperti dikutip Detik. (Baca juga: PILKADA DKI 2017 Jadi Box Office Gara-Gara Jokowi-Ahok)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan meminta Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk menertibkan tempat yang terkenal dengan prostitusi dan perjudian tersebut yang sangat meresahkan masyarakat sekitar, apalagi bisa merusak moral anak-anak di wilayah tersebut.

Tak lupa pula salah satu pegiat media sosial Denny Siregar di websitenya (www.DennySiregar.com) juga keluarkan cuitannya tentang Perang Ahok tutup tempat judi dan prostitusi Kalijodo, berikut tulisannya:

Bertahun-tahun saya tidak pernah lagi melewati gang Dolly. Dulu, ketika awal pindah ke Surabaya, banyak teman-teman dari Jakarta pengen tahu Dolly itu seperti apa. Dan saya sebagai si sok tuan rumah mengantar mereka kesana, meihat rumah kaca berisi wanita-wanita dengan rok sepaha.

Kami suka ketawa terkikik ketika ditarik-tarik oleh “sales”nya yang menawarkan “menu makan malam”. Kami selalu bilang, sudah kenyang hanya ingin lihat-lihat saja. Sama sekali tidak tertarik apa yang ada di dalam, karena kami paham itu hanya “barang dagangan”. (Baca juga: Denny Siregar dan ‘Tamparan’ Ustad AHOK)

Masa-masa itu hilang. Dolly yang kulewati kini berubah menjadi tempat usaha. Rumah-rumah kaca yang dulu terang benderang, berisi ikan Louhan, dan musik dangdut sekarang menjadi tempat jualan mulai dari toko mainan sampai air isi ulang. Tempat pelacuran yang dulu katanya terbesar se-Asia Tenggara, sekarang berubah total, dikembalikan sesuai fungsinya oleh bu Risma.

Jadi wajar jika Ahok punya tekad kuat untuk menjadikan Kalijodo kembali sebagai ruang terbuka hijau. Kalijodo dulunya terkenal dengan tradisi Peh cun. Itu tradisi di tahun 1950-an, dimana ada pesta air disana. Muda mudi naik wisata air, kemudian banyak dari mereka tertarik satu sama lain. Menurut Ridwan Saidi, itulah asall mula nama Kalijodo. (Coba kalau gak ada yang tertarik, namanya bisa jadi Kalijomblo). (Baca juga: Ide Nasionalis Jokowi-Ahok Ajak TNI dan Polri Kembali Merakyat)

Mengembalikan Kalijodo sama sulitnya seperti mengembalikan Dolly, yang sudah ada sejak 1960-an, dipelihara oleh preman dan pejabat-pejabat yang senang makan dari lendiran. Tetapi tekad yang kuat membuktikan bahwa semua itu bisa dilakukan. Pendekatannya tidak bisa halus, tetapi maju bersama seluruh unsur aparat yang ada. Tidak boleh kalah dengan preman. Penolakan pasti ada, dan banyak yang memanfaatkan situasinya.

Bu Risma bahkan dulu dilawan seseorang yang -ndilalah- sekarang jadi wakilnya. Argumen-argumen pembenaran seperti “PSK itu juga manusia”, “kembalikan keimanan mereka saja”, “jangan usik periuk nasi mereka” adalah lagu lama yang selalu diputar berulang-ulang untuk mengamankan setoran. Belum lagi yang teriak-teriak HAM, sambil sedih melihat lokasi yang sering dijadikan penelitian untuk mendapatkan dana dari lembaga donor, berubah menjadi “tidak menghasilkan”. (Baca juga: Denny Siregar dan Revolusi Ala AHOK)

Kita akan meihat pertarungan kembali di Kalijodo seperti hal-nya dulu di Dolly, tapi lebih ganas karena banyak yang ambil peluang untuk komen mencuri perhatian media, mumpung mau pilgub DKI. Kalau bu Risma sampe goyang kayang di Surabaya, Ahok bertarung bisa sambil kaki split di udara.

Dan pasti akan menarik. Yang lagi-lagi menunjukkan kelebihan Ahok dalam mengelola manajemen kampanye halusnya. Kalau soal ginian, memang si Koko ini master-nya. Dia tahu aja cara “menjual” dirinya. (Baca juga: Nasehat Denny Siregar Kepada Bos Media “Hary Tanoesoedibjo”)

Batman akan berada disana, dalam diam, dalam kegelapan, tak terlihat bahkan tak tercium baunya, meski lupa pake deodoran. Liat saja, setiap ada preman yang teriak-teriak, mereka pasti heran karena ada yang mencubit pantatnya.. “Ih, gemes.. gemes.. gemesss”. Batman orientasi seksualnya sekarang berubah, karena propaganda. Kasian Batman… (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Ancaman AHOK Terbukti, Ratusan Personel Gabungan ‘Geruduk’ Kalijodo | SALAFY NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: