News Ticker

Saudi Desak PBB Untuk Segera Tinggalkan Zona Perang Yaman

13 Februari 2016,

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi peringatkan PBB dan badan-badan bantuan internasional untuk segera menarik semua staf dari Yaman.

Catatan singkat baru-baru ini dikirim oleh Kedutaan Saudi di London. Catatan itu berisi peringatan kepada “organisasi internasional dan karyawan mereka” untuk segera meninggalkan Yaman.

Abdallah al-Mouallimi, duta besar Saudi untuk PBB, mengatakan kepada Reuters bahwa Riyadh mengeluarkan peringatan karena “prihatin atas keselamatan staf PBB dan badan-badan kemanusiaan mereka”. “Kami ingin mereka pergi dari daerah yang menjadi target pemboman”, katanya.

Menanggapi surat tersebut, pejabat PBB Stephen O’Brien menolak permintaan tersebut dan mengatakan komunitas kemanusiaan akan terus memberikan “bantuan sesuai prinsip-prinsip yang diakui secara internasional”, Reuters melaporkan. (Baca juga: O’Brien; Tuntut PBB Segera Selidiki Serangan Saudi ke Pesta Pernikahan)

Stephen O’Brien lebih lanjut mengingatkan kewajiban Arab Saudi untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional agar memungkinkan akses kemanusiaan di Yaman.

Sebuah laporan PBB baru-baru ini yang telah diverifikasi menyebutkan bahwa Arab Saudi secara sistematis sengaja menargetkan warga sipil dengan serangan udara selama perang. Laporan itu mendokumentasikan 119 sorti yang menunjukkan kejahatan Saudi terhadap kemanusiaan.

Arab Saudi mendapat dukungan dari AS dalam perang Yaman, sehingga tidak ada langkah-langkah yang akan dimabil oleh Dewan Keamanan PBB atas pelanggaran dan kejahatan Saudi di Yaman. Bulan lalu, seorang pejabat senior Doctors Without Borders mengatakan Arab Saudi menargetkan warga sipil di Yaman dengan “mengabaikan” hukum internasional dengan “persetujuan” dari Barat dan Dewan Keamanan PBB. (Baca juga: Keganasan Serangan Saudi Bunuh Anak-Anak Tak Berdosa Yaman)

“Koalisi yang dipimpin Saudi telah melancarkan kampanye militer yang memperlakukan warga sipil dan infrastruktur sebagai sasaran militer yang sah,” Direktur Eksekutif MSF di AS Jason Cone menulis dalam majalah TIME.

Perang “dengan mengabaikan hukum kemanusiaan internasional atas persetujuan dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan anggota lain dari Dewan Keamanan PBB,” katanya. (Baca juga: Sejumlah Pertanyaan yang Belum Terjawab atas Serangan Saudi ke Yaman)

AS, Inggris dan Prancis “secara aktif mendukung dan menjual pasokan senjata kepada militer Saudi,” tambahnya.

Yaman telah berada di bawah serangan militer Arab Saudi sejak 25 Maret tahun lalu dalam upaya mengembalikan kekuasaan Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Kampanye udara telah menewaskan lebih dari 8.200 orang, di antaranya 2.236 anak, dan lebih dari 16.000 lainnya terluka. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: