News Ticker

Tanpa Pernah Bertemu Seorang Muslim, Pria Skotlandia ini Menjadi Mualaf

13 Februari 2016,

EDINBURGH, ARRAHMAHNEWS.COM – Dengan maraknya rumor bahwa orang-orang Islam telah memaksa masyarakat di seluruh dunia untuk masuk Islam, seorang pria yang tinggal di dataran tinggi Skotlandia telah masuk Islam, tanpa pernah berdialog maupun bertemu dengan seorang muslim dalam hidup sebelumnya.

Pria setengah baya berkulit putih dari Skotlandia itu mengaku rasa penasaran muncul dalam dirinya ketika ia mendengar azan berkumandang saat ia tengah berlibur di pantai Turki.

alanrooney

“Saat kembali pulang ke Inverness (sebuah kota di Skotlandia), saya pergi ke toko buku setempat, membeli al-Quran dan mulai membacanya. Saat membaca, dalam hati saya selalu meminta Tuhan untuk membimbing saya dalam perjalanan yang sedang saya tempuh. Banyak doa, Banyak waktu saya habiskan untuk bersimpuh (di hadapan Tuhan), “tulis Alan Rooney.

Mengakui bahwa al-Quran telah ‘benar-benar mengguncangnya’, Rooney mengatakan bahwa buku suci itu membuatnya sadar bahwa ada banyak hal yang ia tidak suka mengenai dirinya, sehingga kemudian ia memutuskan untuk membuat perubahan.

Meski itu adalah pilihan pribadi Rooney untuk membeli Al-Quran dan membacanya, namun ia merasa jika ia berhenti membacanya, ia akan “mengorbankan sesuatu yang sangat penting”.

“Dan saya tahu hasil seperti dari proses yang saya jalani ini, saya akan menjadi seorang Muslim,” tambahnya. “Maka saya terus membaca. Saya membacanya sampai tiga kali, mencari celah atau apapun. Tapi tidak ada celah. Saya cukup nyaman dengan segala sesuatunya, “tulis Rooney.

Mengenai niat awalnya berpindah keyakinan, mualaf itu mengatakan mulanya ia khawatir mengenai orang-orang yang nanti akan memandangnyanya berbeda, termasuk keluarga, teman dan kolega-koleganya.

Namun bagian tersulit baginya dalam perpindahannya menjadi muslim adalah mengenai apakah ia sanggup menerima atau menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ia buat untuk dirinya sendiri.

Untuk mengetahui tentang pengalaman mualaf lainnya, ia membaca artikel di mana para mualaf menceritakan perjalanan mereka di jalan yang sama seperti yang tengah ia tempuh.

“Saya kembali ke sumber-sumber ini ketika saya merasa takut akan dilihat sebagai seorang yang eksentrik nantinya.”

Sebagai seseorang yang tidak memiliki pembimbing secara fisik, butuh 18 bulan bagi pria tersebut sebelum ia bisa memutuskan menjadi seorang Muslim.

“Saya melaksanakan sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, serta makan dan minum hanya dengan apa yang diperbolehkan (halal) serta dapat diterima sesuai dengan ajaran al-Quran.”

“Beberapa orang perlu sedikit waktu, beberapa lainnya perlu lebih. Dan saya melakukan semuanya sendiri, tanpa bantuan orang lain. Saat itu saya masih belum bertemu seorang Muslimpun,”tulisnya.

Bertekad untuk menyelesaikan perjalanan yang ia mulai sendiri, Rooney mengaku kunci untuk sukses adalah bahwa ia “benar-benar mempertanyakan tentang segalanya”.

“Jika sesuatu terasa tidak benar untuk Anda, maka itu adalah indikasi yang jelas bahwa sesuatu itu bukan untuk Anda. Anda harus mendengarkan dengan cermat intuisi dan hati Anda. “

Setelah memutuskan menjadi seorang muslim barulah ia menemukan sebuah masjid di kotanya.

“Mereka terkejut melihat saya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan saya pada awalnya, kecuali membuka pintu masjid dan menyambut saya ke dalam komunitas mereka. Sejak awal itu, saya diterima, dan saya sekarang adalah anggota tetap dalam komunitas tersebut. “

“Sekarang saya adalah seorang pria Muslim kulit putih setengah baya, dan saya bahagia dengan hal itu,” pungkasnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: