News Ticker

Kepala Intelijen AS Ragukan Kemampuan Pasukan Arab Saudi dan UEA

14 Februari 2016,

WASHINGTON, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mungkin tidak memiliki kemampuan yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memerangi ISIS, dua kepala intelijen AS bersaksi Selasa (9/02), FNA melaporkan.

“Saya tidak bisa menilai bahwa pasukan darat Saudi akan memiliki kontibusi signifikan … dan kapasitas dalam mengambil bagian dalam peperangan ini”, Vincent Stewart, direktur Badan Pertahanan Intelijen, mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat. (Baca juga: Saudi Kirim Pasukan ke Suriah, Raja Bahrain Temui Putin)

“Sementara Emirat, sangat mampu membebaskan diri dengan baik di Yaman,” tambah Stewart. “Apakah mereka memiliki kapasitas untuk melakukan keduanya Yaman dan di Irak-Suriah, ini sesuatu yang mustahil bisa mereka lakukan”, kata Stewart. “Saya pikir mereka melakukan dengan sangat baik di Yaman, namun kapasitas mereka untuk melakukan peperangan di tempat berbeda dan di waktu yang sama, tidak mungkin bisa”, tambahnya.

Stewart dan Direktur Intelijen Nasional James Clapper mengatakan pada Selasa lalu, bahwa mereka masih mempertanyakan pasukan kedua negara ini, apakah akan benar-benar efektif? (Baca juga: Analis: Kirim Pasukan ke Suriah? Saudi Harus Ambil Pelajaran di Yaman)

“Saya pasti menghargai dan menghargai kesediaan Saudi dan UEA yang ingin terlibat di Suriah, saya pikir itu akan menjadi tantangan bagi mereka jika mereka mencoba untuk mengambil jalan ini” kata Clapper.

UEA dan Arab Saudi membuat penawaran invansi darat ke Suriah bergantung kepada pimpinan koalisi. Clapper menafsirkan bahwa kondisi itu berarti dua negara ini siap di bawah komando dan kontrol Pentagon. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: