News Ticker

Lavrov: Pembahasan Gencatan Senjata Keluar Jalur, Berubah Jadi Upaya Penghentian AU Rusia di Suriah

14 Februari 2016,

MUNICH, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa pembahasan mengenai gencatan senjata keluar jalur dan dijalankan dengan niat untuk menghentikan aksi Angkatan Udara Rusia di Suriah. Hal ini diungkap Lavrov dalam Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu (13/02) kemarin

“Yang terjadi, pembahasan terkait gencatan senjata justru bergerak keluar jalur menjadi suatu upaya untuk menghentikan pasukan AU Rusia. Hal ini menimbulkan kecurigaan dan memberikan alasan untuk menyesali berbagai gagasan atas apa yang bisa dihasilkan dari pertemuan Munich pada dokumen ini (komunike Kelompok Internasional Pendukung Suriah yang diadopsi pada 12 Februari.),” kata Lavrov sebagaimana dilaporkan TASS, Sabtu (13/02) kemarin. (Baca juga: Setelah Kalah Telak di Suriah, AS Gunakan Media Untuk Menyerang Rusia)

“Jika tidak ada kontak harian yang jujur antara militer (Amerika dan Rusia) di wilayah itu, ataupun di tempat lainnya, lantas dari mana datangnya kemungkinkan untuk melihat dengan jelas apa yang terjadi di lapangan? dan dari mana kemungkinan untuk bisa mengatur apa yang terjadi di lapangan? Tidak akan ada apapun yang bisa dilaksanakan, ” jelas Lavrov.

“Kontak antara militer sudah ditetapkan dalam deklarasi (komunike kelompok) itu,” kata sang menteri luar negeri. “Jika AS ‘bergerak mundur’ (tidak patuh), maka mereka harus bertanggung jawab secara penuh,” tambahnya. (Baca juga: Rusia-Amerika Setujui Kerjasama Berantas Terorisme Suriah, Tanpa Bicarakan Saudi)

Menurut sang Menteri Luar Negeri, Kerjasama antara militer AS dan Rusia adalah syarat untuk penyelesaian masalah kemanusiaan dan untuk gencatan senjata di Suriah.

“Instrumen kunci dalam penyelesaian keduanya, baik masalah kemanusiaan maupun masalah gencatan senjata adalah pembentukan sebuah kooperasi dan koordinasi harian bahkan tiap jam antara militer AS dalam memimpin koalisi mereka, dan militer Federasi Rusia, karena kami bekerja di Suriah atas undangan dari pemerintah Suriah,” katanya. (Baca juga: Koalisi AS-Rusia Perebutkan Benteng Terakhir ISIS di Raqqa)

Menteri luar negeri itu menegaskan bahwa kerjasama dengan Federasi Rusia adalah penting, karena Moskow “memiliki pengaruh tertentu terhadap Damaskus.” “Ada 49% kesempatan untuk mencapai gencatan senjata di Suriah dalam waktu seminggu,” kata Lavrov.

“Empat puluh sembilan persen,” jawab Lavrov singkat atas pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan untuk mencapai gencatan senjata di Suriah sejalan dengan kesepakatan yang dicapai dalam pembicaraan International Suriah Support Group pada 11 Februari.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier lebih optimis, ia memprediksi kesempatan itu akan berubah menjadi sekitar 51%. (ARN)

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Lavrov: Pembahasan Gencatan Senjata Keluar Jalur, Berubah Jadi Upaya Penghentian AU Rusia di Suriah

  1. GrandiosoHameed // Feb 14, 2016 at 5:39 pm // Balas

    supposing Russia and syria aggree to do ceasefire in the battle field as always asked by us and its allies, that can be the sweetest prize given to the rogue americans and their NATO, zionist, and wahhabi takfiri alliances.
    Of course, Russia syria, iran and all components supporting the unity, peace, and stability of syria as a soverein country have to reject that trickery begging.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: